Buka menu utama

Perubahan

1.247 bita ditambahkan ,  2 tahun yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
Pada masa setelah Majapahit, meriam turunan cetbang di nusantara dibagi berdasarkan dua tipe, yaitu :
* [[Lela]]
Meriam Lela berukuran lebih kecil daripada meriam Eropa, namun modelnya menarik. Banyak digunakan di kesultanan-kesultanan Melayu baik di semenanjung Malaya, Sumatra maupun Kalimantan. Meriam Lela tersebut digunakan di atas [[Kapal|kapal-kapal]] dagang atau pun kapal perang kerajaan untuk menghalau [[bajak laut]] dan juga dalam perang maritim. Meriam lela juga digunakan dan dibunyikan pada saat upacara, misalnya dalam pengangkatan seorang raja, menerima tamu penting, melamar calon pengantin, dan menghormati kematian orang terpandang.
* [[Rentaka]]
Adalah istilah [[bahasa Melayu]] untuk jenis ''lela'' yang berukuran kecil, berlaras panjang dan terbuat dari [[besi]]. Istilah ini untuk membedakan dengan ''lela'', versi ukuran normalnya. Senjata ini banyak digunakan pada [[abad ke-17]] dan [[Abad ke-18|ke-18]] di . Rentaka adalah meriam kecil yang berlubang laras halus (''[[smoothbore]]'') dan diisi dari lubang moncong laras (''muzzle loading'').
 
== Cetbang Majapahit saat ini ==
[[Berkas:Meriam museum bali.jpg|jmpl|342x342px|Meriam jenis cetbang majapahit yang tersimpan di pelataran Museum Bali]]
saat ini beberapa meriam cetbang Majapahit tersimpan di :
# Museum Bali, Denpasar, Bali. Meriam Bali kategori Cetbang ini terdapat di pelataran Museum Bali.
# Metropolitan Museum of Art, New York, Amerika Serikat. Meriam yang tersimpan disana diperkirakan berasal dari abad ke 14, terbuat dari perunggu dan berdimensi 37,7x16 inchi atau panjang 0,96 meter dan lebar 0,4 meter.<ref>{{Cite web|url=http://metmuseum.org/art/collection/search/37742|title=Cannon {{!}} Indonesia (Java) {{!}} Majapahit period (1296–1520) {{!}} The Met|website=The Metropolitan Museum of Art, i.e. The Met Museum|access-date=2017-01-17}}</ref>
Berbagai penemuan meriam cetbang era Majapahit juga terjadi di :
# Pantai Dundee, Northern Territory, Australia pada 2 Januari 2010. Dari hasil riset oleh Department of Arts & Museum, Northern Territory Government disimpulkan bahwa meriam kecil (swivel gun) yang ditemukan terbuat dari perunggu diperkirakan berasal dari abad ke-16, sebelum penemuan benua Australia oleh penjelajah Inggris [[James Cook]]. Setelah dibandingkan dengan meriam kecil lain dari Eropa maupun asia, meriam kecil tersebut lebih mendekati model meriam kecil dari Asia Tenggara (meriam Ternate, meriam makassar, meriam bali) dibandingkan dari model eropa. Sehingga terdapat kemungkinan meriam tersebut berasal kapal makassar/bugis yang terdampar atau mendarat untuk mengambil air bersih di pantai utara Australia.<ref>Clark,Paul. Dundee Beach Swivel Gun : Provenance Report. Department of Arts & Museum NTG, 2015.</ref>[[Berkas:Sharben Sukatanya - Meriam kuno selayar.jpg|jmpl|247x247px|Meriam kuno jenis cetbang yang ditemukan di Pulau Selayar (Foto: Sharben Sukatanya - Selayar)]]
# Dusun Bissorang, Kabupaten Kepualauan Selayar, Provinsi [[Sulawesi Selatan]]. Terdapat peninggalan meriam kuno berjenis Cetbang yang diperkirakan berasal dari zaman Majapahit. Meriam ini dalam kondisi yang cukup baik dan dirawat oleh warga setempat. Warga setempat menyebut cetbang ini ba'dili atau Papporo Bissorang. <ref>{{Cite web|url=http://www.kabarkami.com/ditemukan-meriam-kuno-peninggalan-majapahit-di-selayar.html|title=Ditemukan, Meriam Kuno Peninggalan Majapahit di Selayar|website=www.kabarkami.com|access-date=2017-01-17}}</ref>
 
44

suntingan