Buka menu utama

Perubahan

148 bita dihapus ,  2 tahun yang lalu
Timor Timur secara resmi merdeka menjadi negara [[Timor Leste]] pada [[20 Mei]] [[2002]].
 
== ProsesLatar IntegrasiBelakang ==
Koloni Timor Portugal mendeklarasikan kemerdekaannya pada November 28 1975, menyebut dirinya Timor-Leste (Portugis untuk Timor Timur). Sembilan hari kemudian, Indonesia memulai invasi teritori utamanya. Indonesia mendeklarasikan aksesi paksa Timor-Leste pada Juli 17, 1976, sebagai provinsi ke-27 dan mengubah namanya ke Timor Timur, Bahasa Indonesia untuk Timor-Leste. Penggunaaan Bahasa Portugis lalu pun dilarang, karena dilihat sebagai relik kolonisasi.
Berawal dari keinginan sebuah partai politik yaitu APODETI bersama UDT yang ingin berintegrasi dengan [[Indonesia]] pada [[28 November]] [[1975]], [[Angkatan Bersenjata Republik Indonesia|ABRI]] melakukan [[Operasi Seroja|invasi militer ke Timor Timur]] pada [[7 Desember]] [[1975]]. Selama masa invasi, massa penolak integrasi (FRETILIN) dibantai oleh pasukan ABRI, sedangkan anak-anaknya dibawa ke Indonesia untuk diasuh oleh keluarga militer Indonesia. Setelah berhasil ditaklukkan, koalisi APODETI-UDT membentuk Pemerintah Sementara Timor Timur dengan [[Arnaldo dos Reis Araújo]] sebagai ketuanya. Masyarakat merasa ingin bersatu dengan Indonesia karena persamaan budaya dengan saudara serumpunnya, [[Timor Barat]]. Bahkan pada saat Presiden [[Soeharto]] menghadiri peringatan 2 tahun Integrasi Timtim di Gedung DPRD Tingkat I Timor Timur, ia mengatakan bahwa Timor Timur adalah 'anak yang hilang dan telah kembali ke pangkuan ibu pertiwi'.
 
Aneksasi ini direkognisi oleh negara-negara major, inklusif daripada Amerika Serikat dan Australia, tetapi ditentang di PBB.
 
Setelah memerintah dan menganiaya orang Timor secara keji dan violent secara eksepsional selama tahun-tahun kolonisasinya, Indonesia meninggalkan di tahun 1999, dan Timor Leste beralih ke administrasi temporer PBB.
 
== Demografi ==
Pengguna anonim