Søren Kierkegaard: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Rachmat-bot (bicara | kontrib)
k tidy up
aa
Tag: VisualEditor menghilangkan referensi [ * ]
Baris 27:
 
=== Regine Olsen (1837–1841) ===
[[Berkas:Regine Olsen (Emil Bærentzen).jpg|150px250x250px|thumb|left|Regine Olsen, cintanya dalam hidupnya, dan bahan-bahan tulisannya.]]
Kehidupan
Sebuah aspek penting dari kehidupan Kierkegaard (biasanya dianggap mempunyai pengaruh besar dalam karyanya) adalah pertunangannya yang putus dengan [[Regine Olsen]] ([[1822]] - [[1904]]). Kierkegaard berjumpa dengan Regine pada [[8 Mei]] [[1837]] dan segera tertarik kepadanya. Begitu pula dengan Regine. Dalam jurnal-jurnalnya, Kierkegaard menulis tentang cintanya kepada Regine:
 
=== Tahun-tahun awal (1813–1841) ===
{{Quotation|Engkau ratu hatiku yang tersimpan di lubuk hatiku yang terdalam, dalam kepenuhan pikiranku, di sana ... ilahi yang tak dikenal! Oh, dapatkah aku sungguh-sungguh mempercayai dongeng-dongeng si penyair, bahwa ketika seseorang melihat sebuah obyek cintanya, ia membayangkan bahwa ia sudah pernah melihatnya dahulu kala, bahwa semua cinta seperti halnya semua pengetahuan adalah kenangan semata, bahwa cinta pun mempunyai nubuat-nubuatnya di dalam diri pribadi. ... tampaknya bagiku bahwa aku harus memiliki kecantikan dari semua gadis agar dapat menandingi kecantikanmu; bahwa aku harus mengelilingi dunia untuk menemukan tempat yang tidak kumiliki dan yang merupakan misteri terdalam dari keseluruhan keberadaanku yang mengarah ke depan, dan pada saat berikutnya engkau begitu dekat kepadaku, mengisi jiwaku dengan begitu dahsyat sehingga aku berubah (''transfigured'') bagi diriku sendiri, dan merasakan sungguh nikmat berada di sini.|Søren Kierkegaard|Journals<ref name="Dru"/> ([[2 Februari]] [[1839]])}}
Søren Kierkegaard dilahirkan dalam sebuah keluarga kaya di [[Kopenhagen]], ibukota Denmark. Ayahnya, Michael Pedersen Kierkegaard, adalah seseorang yang sangat saleh. Ia yakin bahwa ia telah dikutuk Tuhan, dan karena itu ia percaya bahwa tak satupun dari anak-anaknya akan mencapai umumr melebihi usia Yesus Kristus, yaitu 33 tahun. Ia percaya bahwa [[dosa|dosa-dosa]] pribadinya, seperti misalnya mengutuki nama Allah pada masa mudanya dan kemungkinan juga menghamili ibu Kierkegaard di luar nikah, menyebabkan ia layak menerima hukuman ini. Meskipun banyak dari ketujuh anaknya meninggal dalam usia muda, ramalannya tidak terbukti ketika dua dari mereka melewati usia ini. Perkenalan dengan pemahaman tentang dosa pada masa mudanya, dan hubungannya dari ayah dan anak meletakkan dasar bagi banyak karya Kierkegaard (khususnya ''[[Takut dan Gentar]]''). Ibunda Kierkegaard, Anne Sørensdatter Lund Kierkegaard, tidak secara langsung dirujuk dalam buku-bukunya, meskipun ia pun mempengaruhi tulisan-tulisannya di kemudian hari. Meskipun sifat ayahnya kadang-kadang melankolis dari segi keagamaan, Kierkegaard mempunyai hubungan yang erat dengan ayahnya. Ia belajar untuk memanfaatkan ranah imajinasinya melalui serangkaian latihan dan permainan yang mereka mainkan bersama.
 
Ayah Kierkegaard meninggal dunia pada [[9 Agustus]] [[1838]] pada usia 82 tahun. Sebelum meninggal dunia, ia meminta Søren agar menjadi pendeta. Søren sangat terpengaruh oleh pengalaman keagamaan dan kehiudpan ayahnya dan merasa terbeban untuk memenuhi kehendaknya. Dua hari kemudian, pada [[11 Agustus]], Kierkegaard menulis: ''"Ayah meninggal dunia hari Rabu. Saya sungguh berharap bahwa ia dapat hidup beberapa tahun lebih lama lagi, dan saya menganggap kematiannya sebagai penghorbanan terakhir yang dibuatnya karena cinta kasihnya kepada saya; ... ia meninggal karena saya agar, bila mungkin, saya masih dapat menjadi sesuatu. Dari semua yang telah saya warisi daripadanya, kenangan akan dia, potretnya dalam keadaan yang sangat berbeda (''transfigured'') ... sungguh berharga bagi saya, dan saya akan berusaha untuk melestarikan (kenangannya) agar aman tersembunyi dari dunia."''<ref name="Dru" />
Pada [[8 September]] [[1840]], Kierkegaard resmi meminang Regine. Namun, Kierkegaard segera merasa kecewa dan melankolis tentang pernikahan. Kurang dari setahun setelah pinangannya, ia memutuskannya pada [[11 Agustus]] [[1841]]. Dalam jurnal-jurnalnya, Kierkegaard menyebutkan keyakinannya bahwa sifat "melankolis"nya membuatnya tidak cocok untuk menikah; tetapi motif sebenarnya untuk memutuskan pertunangannya itu tetap tidak jelas. Biasanya diyakini bahwa keduanya memang sangat saling mencintai, barangkali bahkan juga setelah Regine menikah dengan [[Johan Frederik Schlegel]] ([[1817]]–[[1896]]), seorang pegawai negeri terkemuka (jangan dikacaukan dengan filsuf Jerman [[Friedrich Schlegel|Friedrich von Schlegel]], ([[1772]]-[[1829]]) ). Pada umumnya hubungan mereka terbatas pada pertemuan-pertemuan kebetulan di jalan-jalan di [[Kopenhagen]]. Namun, beberapa tahun kemudian, Kierkegaard bahkan sampai meminta izin suami Regine untuk berbicara dengan Regine, namun Schlegel menolak.
 
Kierkegaard masuk ke Sekolah Kebajikan Warga, memperoleh nilai yang sangat baik dalam [[bahasa Latin]] dan [[sejarah]]. Ia melanjutkan pelajarannya dalam bidang [[teologi]] di [[Universitas Kopenhagen]], namun sementara di sana ia semakin tertarik akan [[filsafat]] dan [[literatur]]. Di universitas, Kierkegaard menulis disertasinya, ''[[Tentang Konsep Ironi dengan Referensi Terus-Menerus kepada Socrates]]'', yang oleh panel universitas dianggap sebagai karya yang penting dan dipikirkan dengan baik, namun agak terlalu berbunga-bunga dan bersifat sastrawi untuk menjadi sebuah tesis filsafat.<ref name="irony" /> Kierkegaard lulus pada [[20 Oktober]] [[1841]] dengan gelar ''Magistri Artium'', yang kini setara dengan [[Doctor of Philosophy|Ph.D]]. Dengan warisan keluarganya, Kierkegaard dapat membiayai pendidikannya, ongkos hidupnya dan beberapa penerbitan karyanya.
Tak lama kemudian, pasangan itu berangkat meninggalkan Denmark, karena Schlegel telah diangkat menjadi Gubernur di [[Hindia Barat Denmark]]. Pada saat Regine kembali ke Denmark, Kierkegaard telah meninggal dunia. Regine Schlegel hidup hingga 1904, dan pada saat kematiannya, ia dikuburkan dekat Kierkegaard di [[Pemakaman Assistens]] di Kopenhagen.
 
Kierkegaard banyak sekali mempengaruhi literatur abad ke-20. Tokoh-tokoh yang sangat dipengaruhi oleh karya-karyanya termasuk [[Walker Percy]], [[W. H. Auden]], [[Franz Kafka]],<ref name="Kafka">McGee, Kyle. {{cite web |title=Fear and Trembling in the Penal Colony |work=Kafka Project |url=http://www.kafka.org/index.php?id=185,290,0,0,1,0 |accessdate=24 April|accessyear=2006}}</ref> [[David Lodge (author)|David Lodge]], dan [[John Updike]].<ref name="Updike">Kierkegaard, Søren with Foreword by John Updike. ''The Seducer's Diary'', Princeton University Press, 1997, ISBN 0-691-01737-9</ref>
 
Kierkegaard juga sangat berpengaruh terhadap [[psikologi]] dan ia lebih kurang merupakan pendiri dari [[psikologi Kristen]]<ref>{{cite web |title=Society for Christian Psychology |work=Christian Psychology |url=http://www.christianpsych.org/ |accessdate=24 April|accessyear=2006}}</ref> dan [[psikologi eksistensial|psikologi]] dan [[terapi eksistensial]].<ref name="Ostenfeld">{{harvnb|Ostenfeld|McKinnon|1972}}</ref> Para psikolog dan terapis eksistensialis (seringkali disebut "humanistik") termasuk [[Ludwig Binswanger]], [[Victor Frankl]], [[Erich Fromm]], [[Carl Rogers]], dan [[Rollo May]]. May mendasarkan bukunya ''The Meaning of Anxiety'' (''Makna Kecemasan'') pada karya Kierkegaard ''Konsep tentang Kecemasan''. Karya [[sosiologi]]s Kierkegaard ''Dua Zaman: Zaman Revolusi dan Masa Kini'' memberikan kritik yang menarik terhadap [[modernitas]].<ref name="LitRev">{{harvnb|Kierkegaard|2001}}</ref> Kierkegaard juga dilihat sebagai pendahulu penting dari [[pasca-modern]]isme.<ref name="Postmod">{{harvnb|Matustik|Westphal|1995}}</ref>
 
Kierkegaard meramalkan bahwa setelah kematiannya ia akan terkenal, dan membayangkan bahwa karyanya akan dipelajari dan diteliti dengan intensif. Dalam jurnal-jurnalnya, ia menulis:
{{Quotation |Apa yang dibutuhkan zaman ini bukanlah seorang jenius — orang jenius sudah cukup banyak —, melainkan seorang martir, yang untuk mengajar manusia agar taat hingga mati, ia sendiri akan taat hingga mati. Apa yang dibutuhkan zaman ini adalah kebangkitan. Dan karena itu suatu hari kelak, bukan hanya tulisan-tulisan saya, tetapi juga seluruh hidup saya, seluruh misteri yang membangkitkan tanda tanya tentang mesin ini akan dipelajari dan dipelajari terus. Saya tidak akan pernah melupakan bagaimana Tuhan menolong saya dan karena itu adalah harapan saya terakhir bahwa segala sesuatunya adalah untuk kemuliaan-Nya|Søren Kierkegaard|Journals<ref name="Dru"/> ([[20 November]] [[1847]])}}
 
== Bibliografi terpilih ==