Provinsi (Jepang): Perbedaan revisi

2 bita ditambahkan ,  3 tahun yang lalu
k
Bot: Penggantian teks otomatis (- tapi + tetapi)
k (Bot: Migrasi 21 pranala interwiki, karena telah disediakan oleh Wikidata pada item d:Q860290)
k (Bot: Penggantian teks otomatis (- tapi + tetapi))
Provinsi di Jepang awalnya didirikan berdasarkan [[Ritsuryō]] sebagai sebagai pembagian unit administrasi dan wilayah geografi. Pada akhir [[periode Muromachi]], fungsi efektif provinsi secara perlahan-lahan digantikan oleh domain milik [[sengoku]]-[[daimyo]]. Di bawah kekuasaan [[Toyotomi Hideyoshi]], provinsi secara total diganti menjadi unit administrasi [[tanah feodal]]. Pada [[periode Edo]], tanah feodal disebut ''[[sistem han|han]]''. Setelah Jepang menggunakan sistem prefektur, nama provinsi masih dipakai sebagai entitas geografi, dan orang Jepang sering masih menyebut tempat tertentu dengan memakai nama provinsi ditambahkan dengan nama ''han''.
 
Setelah [[Restorasi Meiji]], ''han'' dilegitimasi sebagai unit administrasi, tapitetapi kemudian dihapus dan diganti menjadi sistem prefektur (''ken''), dan prefektur perkotaan disebut ''fu''. Nama provinsi tidak dihapus, melainkan ditambah. Pada tahun 1871, Jepang memiliki 304 prefektur dan 68 provinsi, tidak termasuk [[Hokkaido]] dan Provinsi [[Kepulauan Ryukyu|Ryukyu]]. Batas-batas wilayah antarprefektur sebagian besar tidak hanya sangat rumit, tetapi juga tidak sesuai dengan pembagian provinsi. Prefektur-prefektur yang ada kemudian digabung, dan jumlahnya dikurangi menjadi 37 prefektur pada tahun 1881. Beberapa di antara prefektur dipecah kembali sehingga Jepang memiliki 45 prefektur pada tahun 1885. Ditambah dengan [[Prefektur Hokkaido|Hokkaido]] dan [[Prefektur Okinawa]], Jepang sekarang memiliki 47 prefektur.
 
== Referensi ==
658.849

suntingan