Arisan!: Perbedaan revisi

900 bita ditambahkan ,  5 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Saat dirilis, ''Arisan!'' membuat kontroversi yang cukup menghebohkan, yaitu menjadi film Indonesia pertama yang menampilkan adegan ciuman antara dua orang pria dalam layar perak. Meskipun banyak yang ragu atas keputusan dimasukkannya adegan kontroversial ini, sutradara Nia Dinata tetap memasukkan adegan tersebut dalam ''final cut''. Filmnya dirilis, mendapat reaksi yang sangat positif dan masing-masing Tora Sudiro dan Surya Saputra mendapatkan [[Piala Citra]] untuk akting mereka.
 
Pada [[Festival Film Indonesia 2004]] yang pertama kali digelar setelah absen 12 tahun lamanya, ''Arisan!'' mendapatkan total 1211 nominasi, termasuk seluruh nominasi yang bisa diikuti sebuah film, yang merupakan sebuah rekor sampai saat ini. Film ini memenangkan total lima piala, termasuk [[Penghargaan FFI untuk Film Bioskop Terbaik|Film Terbaik]] dan tiga penghargaan untuk akting: [[Penghargaan FFI untuk Pemeran Utama Pria Terbaik|Aktor Terbaik]] untuk Tora Sudiro, [[Penghargaan FFI untuk Pemeran Pendukung Pria Terbaik|Aktor Pendukung Terbaik]] untuk Surya Saputra dan [[Penghargaan FFI untuk Pemeran Pendukung Wanita Terbaik|Aktris Pendukung Terbaik]] untuk Rachel Maryam. Selain respon yang sangat positif dari kritikus dan masyarakat, film ini juga ditampilkan dalam Festival Film Asean di [[Washington, DC]] pada tahun 2005.
 
Setelah delapan tahun, film ini diikuti oleh sebuah sekuel, [[Arisan! 2|''Arisan! 2'']], yang dirilis pada tahun 2011.
 
== Sinopsis ==
Memey ([[Cut Mini Theo|Cut Mini]]), Sakti ([[Tora Sudiro]]) dan Andien ([[Aida Nurmala]]) adalah tiga teman SMA yang telah bersahabat sampai mereka dewasa dan telah memiliki kehidupan masing-masing. Sifat ketiganya yang bertolak belakang - Memey adalah orang yang ''no-nonsense'' dan serius, Sakti lebih ''reserved'' dan mengikuti arus, sementara Andien lebih spontan, justru membuat ketiganya melengkapi kehadiran satu sama lain. Memey bekerja sebagai direksi dalam bidang periklanan, Sakti sebagai seorang ''creative director'', sedangkan Andien memilih berumah tangga dengan suami Bob ([[Joshua Pandelaki]]) dan telah memilik sepasang anak kembar. Memey sendiri telah menikah dengan Ical ([[Nico Siahaan]]) meski belum mendapatkan anak, dan Sakti sendiri masih ''single''.
 
Memey diundang Andien untuk bergabung di klub [[arisan]]-nya, yang juga diikuti oleh ibu Sakti, Grace. Arisan menjadi ajang para masyarakat yang memiliki kehidupan berada untuk saling memamerkan kemapanan hidup mereka dan membicarakan satu sama lain, dan ini adalah ''running theme'' dari film ini. Sama halnya pada Memey, Sakti dan Andien. Meskipun ketiganya dekat dan berjanji untuk selalu bercerita tentang masalah masing-masing, mereka punya rahasia yang dianggap tidak perlu untuk dibicarakan pada sahabatnya. Kehidupan rumah tangga Memey dan Ical tidaklah harmonis karena Memey belum juga mendapatkan buah hati, sementara Andien harus mengalami kenyataan pahit karena Bob ketahuan selingkuh. Puncaknya, Sakti menyadari kalau dia adalah seorang [[gay]].
Ketiga sahabat itu akhirnya mengambil keputusan besar dalam hidup mereka untuk menjadi lebih baik. Sakti, yang sudah nyaman dengan statusnya sebagai pria gay, hidup tanpa beban bersama Grace, Lita dan Nino. Memey meninggalkan Ican, sementara Andien dan Bob saling memaafkan satu sama lain dan menjadi harmonis lagi. Film berakhir pada kegiatan yang menyambungkan film ini menjadi satu: arisan, yang sekali ini digelar oleh Memey. Memey masih sedikit kesal terhadap Sakti, namun bukan karena Nino, melainkan karena Sakti tidak bercerita padanya dan Andien tentang jati dirinya. Akhirnya, ketiganya bersama-sama keluar dari grup arisan yang penuh dengan hedonisme dan ''superficiality'' itu, dan bahagia sebagai sahabat tanpa ada rahasia diantara mereka.
 
==Respon and penghargaan==
==Penghargaan dan nominasi==
''Arisan!'' adalah salah satu film yang paling dipuji pada tahun 2004, dan pada penyelenggaraan kembali [[Festival Film Indonesia]] setelah absen dua belas tahun lamanya, ''Arisan!'' adalah salah satu film yang dijagokan untuk menang. Film ini mendapatkan total 11 nominasi, termasuk empat untuk akting, namun [[Cut Mini]] gagal mendapatkan nominasi Aktris Terbaik. ''Arisan!'' memenangkan lima piala Citra, termasuk Film Terbaik dan tiga piala untuk akting. ''Arisan!'' juga mendapatkan tujuh nominasi [[Festival Film Bandung]], memenangkan dua untuk Film dan Sutradara Terpuji, dan lima nominasi [[MTV Indonesia Movie Awards]], memenangkan satu.
 
{| class="wikitable"
|- align="center"
|-
| Aktor Terbaik
|[[Tora Sudiro]]
|{{won}}
|-
|Aktor Pendukung Terbaik
|[[Surya Saputra]]
|{{won}}
|-
|rowspan="2"|Aktris Pendukung Terbaik
|[[Rachel Maryam]]
|{{won}}
|-
|[[Aida Nurmala]]
|{{nom}}
|-
|Skenario Terbaik
| [[Nia Dinata]] dan [[Joko Anwar]]
|{{nom}}
|-
|-
|-style="border-top:2px solid gray;"
|rowspan="27"|[[Festival Film Bandung]]
|rowspan="27"|2004
|Film Terpuji
|''Arisan!''
|Nia Dinata
|{{won}}
|-
|rowspan="2"|Aktor Terpuji
|Tora Sudiro
|{{nom}}
|-
|Surya Saputra
|{{nom}}
|-
|rowspan="2"|Aktris Terpuji
|[[Cut Mini]]
|{{nom}}
|-
|Aida Nurmala
|{{nom}}
|-
|Penulis Skenario Terpuji
|Nia Dinata dan Joko Anwar
|{{nom}}
|-
|-style="border-top:2px solid gray;"
689

suntingan