Majalah dinding: Perbedaan revisi

18 bita ditambahkan ,  4 tahun yang lalu
k
Robot: Perubahan kosmetika
(fixer)
k (Robot: Perubahan kosmetika)
Bentuk fisik mading biasanya berwujud lembaran tripleks, karton, atau bahan lain dengan ukuran yang beraneka ragam. Ukuran yang tergolong relatif besar adalah 120 cm x 240 cm, sedang yang lebih kecil lagi disesuaikan dengan situasi dan kondisinya.<ref>Nursito, 1999, Membina Majalah Dinding, Adicita Karya Nusa</ref> Peranan majalah dinding yang tampak pokok sebagai salah satu fasilitas kegiatan siswa secara fisikal dan faktual serta memiliki sejumlah fungsi, yaitu :informatif, komunikatif, rekreatif, dan kreatif.<ref>Widodo, HS. 1992. Majalah Dinding sebagai Pembinaan Kreativitas Siswa. Makalah disajikan dalam Diklat Pembuatan Majalah Dinsing bagi Para Guru di SD di Kecamatan Sumbefmanjing Wetan Kabupaten Malang. Malang : LPM IKIP MALANG</ref>
 
== Fungsi ==
=== Media komunikasi ===
Mading adalah media komunikasi termurah untuk menciptakan komunikasi antarpihak dalam lingkup tertentu. Mading yang dipasang di balai RW, halaman kantor desa, gereja, [[masjid]], [[sekolah]], atau di fakultas tertentu membuktikan bahwa pemasangan dengan cara itu membuat komunikasi dapat dijalin dengan praktis. Dikatakan paling praktis mengingat bahan dan volume tulisan dapat diatur secara elastis, disesuaikan dengan tema dan keperluan yang aktual. Bila sebuah desa sedang menghadapi lomba desa, sangat mungkin mading yang ada di kantor desa dan balai RW akan berbicara tentang topik lomba [[desa]]. Demikian juga kalau hari [[Natal]] tiba, semua aktivitas yang menyangkut gerejani akan diuraikan lebih banyak. Begitu pula bila umat [[Islam]] tengah ber[[lebaran]]. Permasalahan yang menyangkut Lebaran akan lebih mendapat prioritas dalam pemuatannya. Sama halnya bila hari Kebangkitan Nasional sudah dekat, pasti mading dari [[SD]] sampai Perguruan Tinggi berbicara tentang [[Budi Oetomo]], [[Ki Hajar Dewantoro]], tokoh-tokoh pendidikan, dan bermacam tema yang tercakup dalam dunia pendidikan.
 
Dengan adanya mading, bermacam informasi dapat disampaikan secara mudah ke seluruh wilayah sesuai dengan lingkup yang direncanakan. Dengan membaca mading, banyak hal yang semula tidak diketahui akhirnya menjadi perbendaharaan pengetahuan, baik yang bersifat praktis maupun yang perlu perenungan.
 
=== Wadah kreativitas ===
Pada umumnya kegiatan anak muda tidak pernah sepi dari kreativitas, misalnya [[olahraga]], olah seni, keterampilan, permainan, dan tidak ketinggalan pula aktivitas ekspresi tulis. Lewat karya tulis akan tersalurkan dua macam manfaat yang bersifat timbal balik. Dari sisi penulis, majalah dinding adalah tempat untuk mencurahkan bermacam ide. Beragam gagasan, pikiran, daya cipta, bahkan fantasi yang mengiringi perkembangan jiwanya perlu penyaluran dan media untuk menuangkannya. Maka tepatlah apabila mading digunakan sebagai wadah curahan kreativitas kawula muda karena didukung oleh sifatnya yang mudah dilaksanakan dengan biaya yang murah.
 
[[Berkas:mading2.jpg|thumb|Contoh mading dengan penuh kreatifitas.]]
 
=== Menumbuhkan kebiasaan membaca ===
[[Dunia]] akan menjadi luas bila kita senang membaca. Untuk itu, kegemaran membaca harus ditanamkan. Dalam hal ini mading punya andil yang besar. Mading dapat tampil setiap saat tanpa dihadang oleh sejumlah kesulitan. Mading dapat diterbitkan oleh siapa saja dalam jangka [[waktu]] yang relatif bebas tergantung animo pembaca. Kalau pembacanya menghendaki, mading dapat ditampilkan setiap [[hari]] dengan materi tulisan yang bersifat aktual sesuai lingkungan. Apabila minat baca dan atensi menulis masyarakat sedang-sedang saja, mading dapat diganti tiap [[bulan]] atau tiap-tiap [[minggu]].
 
=== Pengisi waktu ===
Banyak kawula muda tidak dapat mengisi waktu luangnya dengan baik. Kelebihan [[energi]]nya dibuang percuma. Entah bercakap-cakap di tepi-tepi jalan, me[[rokok]], minum, membentuk "geng", mencoret-coretkan identitas "kelompoknya" dengan cat semprot (baca:pilok) di sembarang tempat, dan masih banyak lagi yang lain. Semua itu sebenarnya dapat ditangguhkan dengan membaca mading, kemudian aktif menulis. Apabila kelebihan tenaga yang diboroskan itu digunakan untuk menulis dalam lembaran mading, tentu akan banyak bermanfaat bagi perkembangan dan pertumbuhan [[jiwa]]nya. Di samping itu, tentu juga bermanfaat bagi pihak lain.
 
=== Kecerdasan berpikir ===
Membaca mading akan membangkitkan gairah untuk mencari bacaan lain lewat "umpan" yang disajikan dalam mading. Sangat mungkin sajian-sajian mading itu belum sepenuhnya memenuhi selera pembacanya. Hal ini akan menjadikan mading berperan sebagai perangsang bagi pembacanya untuk mencari bahan bacaan lain yang lebih lengkap.
 
Secara tidak langsung hal itu akan menjadi pendorong bertambahnya kecerdasan. Dengan demikian, jelaslah bahwa mading menjadi "terminal awal" yang dapat menjembatani lahirnya pengetahuan, ketangkasan berpikir, dan terbentuknya kecerdasan.
 
=== Berorganisasi ===
Menghadirkan selembar mading berarti mengorganisasikan sekelompok orang. Mading menuntun semua yang terlibat di dalamnya untuk berorganisasi. Mading adalah perwujudan kerja tim atau kerja kelompok yang perlu saling mematuhi kesepakatan, aturan yang telah ditetapkan, kedisiplinan diri, dan kesungguhan bekerja. Dengan menyiapkan mading, secara otomatis siapa saja akan menghayati arti organisasi dan langsung terkait dengan aktivitas di dalamnya.
 
modal dasar setiap tumbuhnya [[organisasi]].
 
=== Melatih kemampuan menulis ===
Banyak penulis yang menggunakan media mading sebagai wahana berlatih. Berawal dari senang menulis hal-hal yang sederhana, tidak mustahil seseorang menjadi terbuka wawasannya untuk lebih mengembangkan kesenangannya dalam bidang kepenulisan secara lebih profesional.
 
=== Penjalin komunikasi antar siswa, guru dan manajemen sekolah ===
{{Rapikan bagian|kalimat yang berpotensi vanitas}}
Dalam berbagai konten yang terdapat pada Mading, terdapat satu manfaat penting bagi pihak sekolah. Dalam hal penyampaian informasi yang tepat sasaran, Mading bisa menjadi media yang sangat potensial sekaligus mampu menghindarkan kesalahan persepsi. Salah satu praktisi mading sekaligus jurnalis & penulis Provinsi Riau, Syamsul Bahri Samin melalui [http://bestar.id/ekstrakurikuler/1001/mading-sekolah-tak-sekadar-tempelan-dinding Komunitas Be A Star Indonesia] menjelaskan, dalam kondisi tertentu fungsi Mading akan menjadi lebih luas. Sama halnya dengan media massa umum, Mading bahkan bisa mengatur persepsi pembacanya, menetralisir kisruh akibat difraksi informasi dan kembali menyatukan pendapat antar siswa.
 
== Referensi ==
{{reflist}}