Kwan Im: Perbedaan revisi

7 bita dihapus ,  4 tahun yang lalu
k
Bot: Penggantian teks otomatis (-seksama +saksama); perubahan kosmetika
(Mengedit ejaan)
k (Bot: Penggantian teks otomatis (-seksama +saksama); perubahan kosmetika)
'''Kwan Im''' pertama diperkenalkan ke [[Cina]] pada abad pertama SM, bersamaan dengan masuknya [[agama Buddha]]. Pada [[abad ke-7]], Kwan Im mulai dikenal di [[Korea]] dan [[Jepang]] karena pengaruh [[Dinasti Tang]]. Pada masa yang sama, [[Tibet]] juga mulai mengenal Kwan Im dan menyebutnya dengan nama ''Chenrezig''. [[Dalai Lama]] sering dianggap sebagai reinkarnasi dari Kwan Im di dunia.
 
Istiilah Avalokitesvara diterjemahkan oleh Kumarajiva menjadi Guanshiyin<ref>{{Cite web}}</ref>. Kemudian di singkat menjadi Guanyin karena kata shi 世 sama dengan kata shi 世 dari nama Li Shimin 李世民 ( 598-649 CE ) atau kaisar Tang Taizong 唐太宗. Persamaan ini tabu bagi kaisar.
 
Pengertian Avalokitesvara Bodhisattva dalam [[bahasa Sanskerta]] adalah:
[[Berkas:Daienin Kannon.JPG|thumb|right|200px|Patung Kannon di Daienin{{br}}[[Gunung Koya]]]]
 
Ketika agama Buddha memasuki Tiongkok (Masa [[Dinasti Han]]), pada mulanya Avalokitesvara Bodhisattva bersosok pria. Seiring dengan berjalannya waktu. Menjelang [[Dinasti Tang]], profil Avalokitesvara Bodhisattva berubah dan ditampilkan dalam sosok wanita. Ada beberapa teori mengenai perubahan ini.
 
Pertama pengaruh budaya maternalistik Tiongkok purba.
 
Kedua dipengaruhi oleh figur Wu Zetian 武則天( 624-705 ), kaisar wanita yang beragama Buddha.
 
Ketiga tekanan budaya paternalistik sehingga kaum perempuan memerlukan satu figur dewi perempuan yang bisa melindungi dan mengayomi mereka.
Rakyat jelata Tiongkok atau yang mayoritas memeluk kepercayaan rakyat (Chinese folk religion) sering menyebut dengan sebutan ''niang-niang'' 娘娘 atau ''ma'' 嫲 ( jaman sekarang ini digunakan kata ''ma'' 媽<ref>http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/13-dewa-dewi-pantheon-tiongkok<nowiki/>{{Cite web}}</ref>.
 
Taoisme kemudian menyebut Guanyin adalah Cihang Dashi 慈航大士 atau Cihang Zhenren 慈航真人, Salah satu sumber tentang ini adalah ''Lidai Shenxian Tongjian'' 历代神仙通鉴 ( Catatan seksamasaksama dewa-dewi dalam sejarah ) atau yang dikenal dengan nama lain ''Sanjiao Tongyuanlu 三''教同原录 (Catatan tiga ajaran/agama bersumber yang sama). Buku itu ditulis oleh Xu Dao 徐道 dan Cheng Yuqi 程毓奇 pada akhir dinasti Ming ( 1368-1644 ) dan awal dinasti Qing ( 1644-1912 ) .
 
Dari sini jelas bahwa tokoh Avalokitesvara Bodhisattva berasal dari India dan figur perempuan Guanyin Pusa adalah figur yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat Tiongkok saat itu. Avalokitesvara Bodhisattva memiliki tempat suci di gunung [[Potalaka]], [[Tibet]], sedangkan Kwan Im Pho Sat memiliki tempat suci di Pulau [[Putuo Shan]] di Kepulauan [[Zhou Shan]], [[Cina]].
 
== Legenda Kwan Im ==
[[Berkas:Kwan Im bersama Shancai dalam lukisan tradisional China.jpg|thumb|right|200px|Kwan Im Pu Sa bersama dengan Shancai dilukiskan dalam lukisan tradisional China]]
Terdapat beberapa legenda lainnya terkait tentang asal usul Dewi Kwan Im. Dalam kitab ''Hong Sin Yan Gi'' / ''Hong Sin Phang'' / ''Fengshenbang'' 封神榜 atau disebut juga ''Fengshen Yanyi'' 封神演義 ( Roman penganugrahan dewa )[http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/2528-sekilas-mengenai-dewa-dewi-tionghoa] disebutkan bahwa sebelum ia dikenal dengan sebagai Dewi Kwan Im, ia dikenal dengan nama [[Chu Hang]] / Cihang . Ia merupakan salah satu murid 12 murid dari Yuanshi Tianzun 元始天尊. Buku tersebut ditulis oleh Xu Zhonglin 許仲琳 ( 1560-1630 ) pada masa dinasti Ming.
 
=== Miao Shan ===
Kisah Putri Miao Shan sebagai Guanyin menarik minat masyarakat. ''Xiangshan Baojuan'' 香山寶卷<ref>Personal Salvation and Filial Piety: Two Precious Scroll Narratives of Guanyin and Her Acolytes by Wilt L. Idema, Hawaii University press.</ref> (Gulungan Mustika Gunung Harum ) menceritakan Guanyin Pusa bermanifestasi menjadi Putri Miao Shan 妙善, putri ke tiga dari Raja Miao Zhuang 妙莊. Cerita ''Xiangshan Baojuan'' bermuasal dari vihara Xiangshan si 香山寺 di Ruzhou 汝州. Vihara itu adalah tempat pemujaan Guanyin dan bhiksu kepala vihara bernama Huaizou 懷晝 memberikan tulisan kisah Putri Miao Shan pada pejabat kota Ruzhou, Jiang Ziqi. 蔣之奇 ( 1031-1104) pada masa dinasti Song utara ( 960-1127 ). Dari situlah legenda Guanyin sebagi putri Miaoshan meluas dan isinya serupa. Jika melihat isi kisah Putri Miao Shan, terasa nuansa kepercayaan yang amat kental dan juga unsur Buddhisme, Taoisme dan Ruisme ( Confuciusme ).
 
Isi cerita Miao Shan menjadi Kwan Im yang umum adalah sebagai berikut : Dewi Kwan Im dilahirkan pada masa dinasti Zhou Timur ( 770-256 BCE ) pada periode "peperangan antar negara" 戰國 ( 403-221 BCE ). Menurut legenda Puteri Miao Shan, anak dari Raja Miao Zhuang 妙莊 / Biao Cong / Biao Cuang Penguasa Negeri Xing Lin (Hin Lim), kira-kira pada akhir Dinasti Zhou pada abad III SM.
 
Disebutkan bahwa Raja Miao Zhuang sangat mendambakan seorang anak lelaki, tapi yang dimilikinya hanyalah tiga orang puteri. Puteri tertua bernama Miao Shu (Biao Yuan), yang kedua bernama Miao Yin (Biao In) dan yang bungsu bernama Miao Shan (Biao Shan).
* [[Hong Kong]] (provinsi [[Guang Dong]]); '''Kwun Yum''' atau '''Kun Yum''', pelafalan ini berdasarkan bahasa [[Kanton]].
 
== Lihat pula ==
* [[Sutra Raja Agung Avalokitesvara]] (Ko Ong Kwan Se Im Keng)
 
== Referensi ==