Tahir: Perbedaan revisi

98 bita dihapus ,  4 tahun yang lalu
k
cosmetic changes, removed underlinked tag
k (Bot: Penggantian teks otomatis (-Pranala Luar +Pranala luar))
k (cosmetic changes, removed underlinked tag)
{{refimprove}}{{tone}}
{{tone}}
 
{{Infobox Officeholder
|honorific-prefix =
|birth_name = Ang Tjoen Ming
|name = {{PAGENAME}}Tahir
|image =
|imagesize =
|religion = Kristen
}}
 
{{wikify|date=2014}}
'''Dato’ Sri Tahir''' (Terlahir '''Ang Tjoen Ming''' ) ({{lahirmati|Surabaya|26|03|1952}}) adalah seorang pengusaha di Indonesia, investor, filantropis, sekaligus pendiri [[Mayapada Group]], sebuah ''holding company'' yang memiliki beberapa unit usaha di Indonesia. Unit usahanya meliputi perbankan, media cetak dan TV berbayar, properti, rumah sakit dan rantai toko bebas pajak/''duty free shopping'' (DFS). Ia menjadi dikenal karena mampu menjadi orang terkaya keduabelas di Indonesia<ref name="Tahir Profile">{{cite web|title=Tahir Profile|url=http://www.forbes.com/profile/tahir/#|publisher=Forbes Indonesia}}</ref> dan seorang [[filantropis]] yang mampu menyumbangkan US$ 75 Juta untuk kesehatan.
 
==Masa kecil==
Tahir lahir di [[Surabaya]] pada tahun [[1952]] di sebuah lingkungan yang rata-rata warganya tergolong tidak mampu. Dia dibesarkan oleh sepasang ayah dan ibu yang menghidupi keluarga dengan membuat becak. Tahun [[1971]], dia menamatkan pendidikan menengah atas (SMA) di [[SMA Kristen Petra Kalianyar]] [[Surabaya]].
 
Ketika lulus SMA, Tahir pernah bercita-cita ingin menjadi seorang dokter. Cita-cita tersebut kandas pada waktu ayahnya mengalami sakit keras hingga tidak sanggup lagi membiayai keluarga. Akibatnya, Tahir muda harus berhenti kuliah dan melanjutkan bisnis ayahnya di Surabaya. Namun pada umur 20 tahun, ia mendapat beasiswa di sekolah bisnis di [[Nanyang Technological University]], [[Singapura]]. Di Singapura, Tahir menempuh studi sembari tiap bulan mencari produk di Singapura untuk dijual di Surabaya. Dia membeli pakaian wanita dan sepeda dari pusat perbelanjaan di Singapura, menjualnya kembali ke [[Indonesia]]. Dari sinilah, ia mendapatkan idenya untuk kapitalisasi produk impor guna membantu biaya sekolahnya. Awal dari bisnis garmen yang kemudian serius dia geluti pula. Di umur 35 tahun, ia bersekolah kembali lalu menyelesaikan pendidikan keuangan di [[Golden Gates University]], [[California]], [[Amerika Serikat]].
 
==Mendirikan bisnis==
Pengalaman dan keberaniannya dalam berbisnis pada akhirnya membawanya menjadi seorang pengusaha muda. Dia dikenal sebagai pengusaha ulet dan memiliki bisnis yang cukup beraneka ragam dan kesemuanya sukses. Dari garmen lambat laun Dr Tahir muda mulai berani memasuki bidang bisnis lain, dia masuki bidang keuangan. Diawali dari Mayapada Group yang didirikannya pada [[1986]], bisnisnya merambat dari dealer mobil, garmen, perbankan, sampai di bidang kesehatan. Tahun [[1990]] [[Bank Mayapada]] lahir menjadi salah satu bisnis andalannya. Ketika itu, bisnis garmen Mayapada tidak lagi tumbuh, justru bisnis banknya maju pesat.
 
Saat krisis ekonomi [[1998]] menghantam negeri, banyak bank pemerintah maupun swasta yang ambruk. Namun di tengah situasi berbahaya seperti itu, Bank Mayapada tetap bertahan, malah masuk ke pasar Saham [[Bursa Efek Jakarta]]. Aktivitas perbankan Bank Mayapada tidak lumpuh karena ia tidak mengambil kredit dari bank asing sebesar bank-bank di Indonesia pada waktu itu. Bank Mayapada saat itu masih berfokus pada pengucuran kredit usaha kecil.
===Pengembangan bisnis===
 
Kini Tahir tercatat sebagai orang terkaya ke-12 di [[Indonesia]]. Harta kekayaannya saat ini mencapai 2 miliar dollar US$ atau setara dengan 19 trilyun rupiah<ref>{{cite web|titlename="Tahir Profile|url=http://www.forbes.com/profile/tahir/#|publisher=Forbes Indonesia}}<"/ref> . Setelah mendapatkan kesuksesan di bisnis garmen dan perbankan yang dia geluti akhirnya dia mulai melirik ke sektor rumah sakit yang dilanjutkan dengan toko bebas bea serta perusahaan media. Perusahaan media yang dia lakoni sudah memiliki lisensi [[Forbes]] Indonesia. Setelah mendapatkan kesuksesan dari bisnis-bisnis itu, dia mulai lagi menunjukkan kekuatan bisnisnya dengan menciptakan perusahan properti sebanyak sebelas perusahaan yang bertempat di [[Bali]], [[Indonesia]] dan [[Singapura]].
 
==Kegiatan Filiantropis==
===Kesehatan===
Tahir masih memegang teguh pandangannya, bahwa bisnis adalah sebagai sarana menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. Yang paling terlihat dari derma Tahir adalah usahanya mengembangkan wirausaha kecil dan menengah. Melalui bank Mayapada yang didirikannya, ia terus memompa semangat masyarakat untuk berwirausaha. Berkat kegigihannya ini, Tahir dianugerahi Doktor Kehormatan oleh [[Universitas 17 Agustus]] [[Surabaya]].
 
Berbekal keinginannya menjadi dokter, ia tetap memelihara keinginannya dengan membangun rumah sakit Mayapada yang berlokasi di Tangerang dan Jakarta Selatan. Melalui rumah sakit ini, Tahir memudahkan akses pelayanan kesehatan bagi anak dan orang tidak mampu. Pada peresmiannya, Rumah Sakit ini memberi pelayanan operasi jantung gratis bagi 100 pasien<ref>{{cite news|title=RS Mayapada Fasilitasi Operasi Jantung Gratis Bagi 100 Pasien|url=http://www.beritasatu.com/kesehatan/146421-rs-mayapada-fasilitasi-operasi-jantung-gratis-bagi-100-pasien.html|accessdate=20 January 2014|newspaper=Beritasatu.com}}</ref> . RS Mayapada di Tangerang memiliki pusat neurosains, kardiologi, gastrointestinal dan juga onkologi. Sedangkan baik RS yang berada di Tangerang maupun Lebak Bulus tetap menyediakan layanan gawat darurat, ambulans dan klinik minggu. Dan direncanakan pembangunan cabang ketiga di Bali, serta sumbangan untuk Malaria dan Polio.
 
Saat terjadi banjir di Jakarta, ia bersama [[Alim Markus]] ([[Maspion]]) dan [[Mochtar Riady]] ([[Lippo Group]]) ikut menyumbangkan Rp 7 Miliar dalam bentuk pengadaan air bersih, buku dan juga seragam sekolah bagi anak-anak korban banjir<ref>{{cite news|last=Aziza|first=Kurnia Sari|title=Mayapada Group Sambangi [[Jokowi]] Gelontorkan Bantuan|newspaper=http://megapolitan.kompas.com/read/2013/01/25/23552066/Mayapada.Group.Sambangi.Jokowi.Gelontorkan.Bantuan}}</ref> .
</blockquote>
===Pendidikan===
Tahir menerima tawaran [[University of California]], Berkeley dan [[Universitas Pancasila]] sebagai Majelis Wali Amanat, organ pengawas perguruan tinggi. Ia menyumbang kepada [[National University of Singapore]] (NUS) sebesar seperempat triliun rupiah. Donasi itu ia baktikan pada kesinambungan riset pada lembaga pengembangan ilmu kedokteran di NUS<ref>{{cite news|last=Gooch|first=Liz|title=Indonesian Acts in 'Giving Back to Society'|url=http://www.nytimes.com/2012/03/19/world/asia/19iht-eductahir19.html?pagewanted=all&_r=0|accessdate=20 January 2014|newspaper=The New York Times|date=March 18 2012}}</ref> .
 
Pada [[2014]], ia sudah mengucurkan dana USD 3,27 juta dalam rangka pemberian beasiswa bagi mahasiswa tidak mampu yang tersebar di sepuluh perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Untuk bantuan di pendidikan menengah se-nusantara, Tahir membeli 10.000 komputer jinjing (laptop) dengan total nilai USD 3 juta bagi lima bintang kelas teratas yang berasal dari keluarga tidak mampu. Ia juga memberi beasiswa bagi mahasiswa-mahasiswa Peking University dan Haas School of Business yang berasal dari Asia Pasifik.
Pada tahun [[2011]] Tahir mendapatkan penghargaan Chancellor's Citation dari [[University of California, Berkeley]], [[Amerika Serikat]] atas kepemimpinan yang luar biasa dalam bisnis dan pengabdiannya dalam kegiatan filantropi dan pelayanan kepada masyarakat. Tahir juga tercatat sebagai orang Asia pertama yang menjadi anggota wali amanat University of California (UC) Berkeley, AS.<ref>{{cite web|title=Tahir|url=http://www.forbesglobalceoconference.com/speaker/dato%E2%80%99-sri-prof-dr-tahir-mba|publisher=Forbes Global CEO Conference|accessdate=20 January 2014}}</ref>
 
Tahir diberikan penghargaan Entrepreneur of the Year 2011 dari [[Ernst & Young]] dan penghargaan di bidang pendidikan oleh [[Perdana Menteri Singapura]] [[Lee Kuan Yew]] ([[2011]]).
 
Pada tahun 2016, Tahir memperoleh gelar doktor kehormatan dari [[Universitas Gadjah Mada]].<ref>{{Cite web}}</ref>
110.443

suntingan