Buka menu utama

Perubahan

353 bita ditambahkan, 3 tahun yang lalu
+
 
=== Penemuan awal (1946–1947) ===
Penemuan awal tersebut, oleh Muhammed edh-Dhib (seorang gembala Badawi), sepupunya Jum'a Muhammed, dan Khalil Musa, terjadi antara bulan November 1946 dan Februari 1947.<ref>{{en}} Humphries, Mark. ''Early Christianity''. 2006.</ref><ref name="Evans, Craig 2010">{{en}} Evans, Craig. ''Guide to the Dead Sea Scrolls''. 2010.</ref> Para gembala tersebut meneduh di tempat itu, seraya mendapati guci-guci tua di sana, dan perkiraan mereka, guci itu berisi emas. Alih-alih mendapati emas, malah mereka menemukan tujuh gulungan naskah (lihat [[#Fragmen dan gulungan|Fragmen dan gulungan]]) yang tersimpan dalam guci-guci di sebuah gua dekat dengan apa yang sekarang dikenal sebagai situs Qumran, dengan bahasa yang tidak mereka kenali.<ref name=HAMKA>{{aut|[[Hamka|Prof. Dr. Hamka]]}} (Mei, 1992). ''Tafsir Al-Azhar''. '''6''':57{{spaced ndash}}62. [[Jakarta]]: Pustaka Panjimas.</ref> [[John C. Trever]] menyusun kembali kisah gulungan-gulungan naskah tersebut dari beberapa wawancara dengan kaum Badawi itu. Sepupu Edh-Dhib melihat gua-gua tersebut, tetapi edh-Dhib sendiri yang pertama kali masuk ke dalam salah satu gua itu. Ia mengambil segelintir gulungan naskah, yang kemudian diidentifikasi oleh Trever sebagai [[Gulungan Kitab Yesaya]], [[Naskah Komentari Kitab Habakuk]], dan [[Aturan Komunitas]], dan membawanya kembali ke perkemahan untuk ditunjukkan kepada keluarganya. Tidak ada satu gulungan naskah pun yang hancur dalam proses ini, kendati ada rumor populer yang menyatakan sebaliknya.<ref name="ReferenceA">{{en}} John C. Trever. ''The Dead Sea Scrolls''. Gorgias Press LLC, 2003.</ref><ref name=HAMKA/> Orang-orang Badawi itu menggantung gulungan-gulungan tersebut pada sebuah tiang tenda sambil mencari tahu apa yang harus diperbuat dengannya, dan secara berkala membawanya keluar untuk ditunjukkan kepada orang lain. Pada suatu saat selama masa ini, Aturan Komunitas terpecah menjadi dua. Gulungan-gulungan tersebut pertama-tama dibawa ke seorang pedagang bernama Ibrahim 'Ijha di [[Betlehem]]. 'Ijha mengembalikannya sambil mengatakan bahwa gulungan-gulungan tersebut tidak berharga, setelah memperingatkan mereka bahwa temuan tersebut mungkin hasil curian dari sebuah [[sinagoga]]. Tanpa gentar, orang Badawi itu pergi ke suatu pasar di dekatnya, di mana seorang [[Kekristenan di Suriah|Kristen Suriah]] menawarkan diri untuk membelinya. Seorang [[syekh]] lalu bergabung dalam percakapan mereka dan menyarankan agar mereka membawa gulungan-gulungan tesebut ke Khalil Eskander Shahin, "Kando", seorang tukang sepatu dan pedagang barang antik paruh waktu. Para pedagang dan orang Badawi itu kembali ke situs penemuan, meninggalkan satu gulungan pada Kando dan menjual tiga lainnya ke seorang pedagang dengan harga [[GBP|£]] 7 (setara dengan [[USD|$]] 29 pada tahun 2003, atau [[USD|$]] 37 pada 2014).<ref name="ReferenceA"/> Gulungan-gulungan naskah asli tersebut terus berpindah tangan setelah orang Badawi itu melepas kepemilikannya ke pihak ketiga sampai suatu transaksi penjualan dapat terlaksana. (lihat [[#Kepemilikan|Kepemilikan]]).
 
Pada tahun 1947 ketujuh gulungan naskah asli tersebut menarik perhatian Dr. [[John C. Trever]], dari [[American Schools of Oriental Research]] (ASOR), yang membandingkan naskah dalam gulungan-gulungan tersebut dengan [[Papirus Nash]], naskah biblika tertua yang diketahui, dan menemukan kesamaan di antara keduanya. [[Perang Arab-Israel 1948]] mendorong dipindahkannya beberapa gulungan ke [[Beirut]], [[Lebanon]], pada bulan Maret 1948 untuk alasan keamanan. Pada 11 April 1948, [[Millar Burrows]], ketua ASOR, mengumumkan penemuan gulungan-gulungan naskah tersebut dalam sebuah siaran pers umum.
8.311

suntingan