Kalibrasi: Perbedaan revisi

39 bita dihapus ,  5 tahun yang lalu
k
→‎top: ejaan, replaced: seksama → saksama
(kata hsil di ubah menjadi hasil)
k (→‎top: ejaan, replaced: seksama → saksama)
Kalibrasi adalah kegiatan untuk menentukan kebenaran konvensional nilai penunjukkan [[alat ukur]] dan bahan ukur dengan cara membandingkan terhadap [[standar]] ukur yang mampu telusur (traceable) ke [[standar nasional]] maupun [[standar internasional|internasional]] untuk satuan ukuran dan/atau internasional dan bahan-bahan acuan tersertifikasi.
 
'''Tujuan Kalibrasi'''<br />
* Mencapai ketertelusuran pengukuran. Hasil pengukuran dapat dikaitkan/ditelusur sampai ke standar yang lebih tinggi/teliti (standar primer nasional dan / internasional), melalui rangkaian perbandingan yang tak terputus.
* Menentukan deviasi (penyimpangan) kebenaran nilai konvensional penunjukan suatu instrument ukur.
* Menjamin hasil-hasil pengukuran sesuai dengan standar Nasional maupun Internasional.
 
'''Manfaat Kalibrasi'''<br />
* Menjaga kondisi instrumen ukur dan bahan ukur agar tetap sesuai dengan spesefikasinya
* Untuk mendukung sistem mutu yang diterapkan di berbagai industri pada peralatan laboratorium dan produksi yang dimiliki.
* Bisa mengetahui perbedaan (penyimpangan) antara harga benar dengan harga yang ditunjukkan oleh alat ukur.
 
'''Prinsip Dasar Kalibrasi'''<br />
* Obyek Ukur (Unit Under Test)
* Standar Ukur(Alat standar kalibrasi, Prosedur/Metrode standar (Mengacu ke standar kalibrasi internasional atau prosedur yg dikembangkan sendiri oleh laboratorium yg sudah teruji (diverifikasi))
* Lingkungan yg dikondisikan (Suhu dan kelembaban selalu dikontrol, Gangguan faktor lingkungan luar selalu diminimalkan & sumber ketidakpastian pengukuran)
 
'''Hasil Kalibrasi antara lain:'''<br />
* Nilai Obyek Ukur
* Nilai Koreksi/Penyimpangan
* Sifat metrologi lain seperti faktor kalibrasi, kurva kalibrasi.
 
'''Persyaratan Kalibrasi'''<br />
* Standar acuan yang mampu telusur ke standar Nasional / Internasional
* Metoda kalibrasi yang diakui secara Nasional / Internasional
* Alat yang dikalibrasi dalam keadaan berfungsi baik / tidak rusak
 
[[Sistem manajemen kualitas]] memerlukan sistem pengukuran yang efektif, termasuk di dalamnya kalibrasi formal, periodik dan terdokumentasi, untuk semua perangkat pengukuran. [[ISO 9000]] dan [[ISO 17025]] memerlukan sistem kalibrasi yang efektif.
 
'''Kalibrasi diperlukan untuk:'''<br />
* Perangkat baru
* Suatu perangkat setiap waktu tertentu
Kalibrasi, pada umumnya, merupakan proses untuk menyesuaikan keluaran atau indikasi dari suatu perangkat pengukuran agar sesuai dengan besaran dari standar yang digunakan dalam akurasi tertentu. Contohnya, [[termometer]] dapat dikalibrasi sehingga kesalahan indikasi atau koreksi dapat ditentukan dan disesuaikan (melalui [[konstanta kalibrasi]]), sehingga termometer tersebut menunjukan [[temperatur]] yang sebenarnya dalam [[celcius]] pada titik-titik tertentu di [[skala]].
 
Di beberapa negara, termasuk [[Indonesia]], memiliki lembaga metrologi nasional (National metrology institute). Di Indonesia terdapat Pusat Penelitian Kalibrasi Instrumentasi dan Metrologi (Puslit KIM LIPI) yang memiliki standar pengukuran tertinggi (dalam SI dan satuan-satuan turunannya) yang akan digunakan sebagai acuan bagi perangkat yang dikalibrasi. Puslit KIM LIPI juga mendukung infrastuktur metrologi di suatu negara (dan, seringkali, negara lain) dengan membangun rantai pengukuran dari standar tingkat tinggi/internasional dengan perangkat yang digunakan.
 
Hasil kalibrasi harus disertai pernyataan "traceable uncertainity" untuk menentukan tingkat kepercayaan yang di evaluasi dengan seksamasaksama dengan analisis ketidakpastian.
 
== Referensi ==
6.353

suntingan