Buka menu utama

Perubahan

fixer
'''Bahasa Indonesia''' dan '''bahasa Malaysia''' adalah dua bentuk [[bahasa baku|baku]] dalam '''[[bahasa Melayu]]''' modern (pasca-[[Perang Dunia II]]). Selain keduanya, terdapat pula bentuk baku lain yang dipakai di [[Brunei]]. Namun karena penuturnya sedikit, perkembangan bentuk ini menjadi kurang signifikan. Artikel ini mencoba menunjukkan perbedaan di antara kedua bentuk baku utama meskipun usaha-usaha penyatuan ejaan dan peristilahan selalu dilakukan di bawah koordinasi [[MABBIM]].
 
Sebenarnya tidak banyak perbedaan antara kedua bahasa tersebut. Berbagai varian bahasa Melayu digunakan di berbagai wilayah Indonesia dan semua mengakui bahwa bahasa yang digunakan di Provinsi [[Riau]] dan sekitarnya adalah [[bahasa Melayu Standar]] (atau [[bahasa Melayu Tinggi]], [[bahasa Melayu Piawai]]). Perbedaan latar belakang sejarah, politik, dan perlakuan yang berbeda menyebabkan munculnya perbedaan tata bahasa, peristilahan dan kosakata, pengucapan, serta tekanan kata pada dua bentuk standar modern yang sekarang dipakai.
 
Perbedaan itu secara garis besar dapat dipaparkan sebagai berikut:
 
== Perbedaan yang penting antara bahasa Malaysia dan bahasa Indonesia ==
[[Bahasa Indonesia]] berbeda dari [[bahasa Melayu]] di [[Malaysia]] karena bahasa Indonesia memiliki lebih banyak perkataan yang berasal dari [[bahasa Jawa]] dan [[bahasa Belanda]] meski bahasa Indonesia didasarkan dan didominasi dari bahasa Melayu Riau, contohnya "pejabat pos" di Malaysia dikenal dengan sebutan "kantor pos" di [[Indonesia]]. "Kantor" ini berasal dari kata Belanda ''kantoor'' untuk "pejabat".
 
=== Perbedaan ejaan ===
|}
 
=== Sama kata tetapi huruf berbeda ===
{| class="wikitable sortable"
|-
! Indonesia !! MelayuMalaysia
|-
| arti || erti
|-
| jembatan || jambatan
|-
| lonceng || loceng
|-
| resmi || rasmi
| taksi || teksi
|-
| tanjung || tanjongtanjung
|-
| teluk || telokteluk
|-
| truk || trak