Johan Budi: Perbedaan revisi

1.059 bita dihapus ,  6 tahun yang lalu
k (Robot: Perubahan kosmetika)
 
== Kehidupan pribadi ==
Pada tahun [[2006]] sampai dengan [[2014]] Johan Budi adalah juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebelumnya dia pernah menjabat sebagai Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK. Johan sendiri sudah tiga periode menjadi juru bicara KPK. Pada [[Juli]] [[2011]], dia sempat menyatakan mundur dari jabatannya sebagai juru bicara KPK saat kasus wisma atlet disidik. Johan, kala itu, dituding mantan bendahara umum [[Partai Demokrat]], [[Muhammad Nazaruddin]], ikut dalam dalam pertemuan di Hotel Formula One Cikini bersama direktur penyidikan, Ade Raharja. Alasan pengunduran diri Johan adalah agar dapat lebih fokus menjalani proses seleksi calon pimpinan KPK yang tengah diikutinya. Selain itu, juga memberi keleluasaan jika deputi pengawasan internal KPK memeriksanya. Namun pimpinan KPK [[Abraham Samad]] meminta Johan untuk tetap bertahan. Lalu pada [[Juni]] [[2012]], Said Muhammad, anggota Komisi III [[DPR RI]] meminta pimpinan KPK untuk memecat Johan. Dia dinilai tidak mencerminkan sebagai juru bicara tapi melebihi komisioner KPK. Meski demikian, Abraham mempunyai penilaian tersendiri mengenai Johan. Johan dianggap masih layak menduduki jabatannya karena kinerjanya yang bagus dan masih produktif dalam membantu pemberantasan korupsi di negara ini. Johan seorang magister hukum yang tentunya paham mengenai hukum secara komprehensif. Karenanya, dengan ilmu yang mumpuni, Johan masih layak dipertahankan saat itu.
 
== Riwayat Pendidikan ==
Pengguna anonim