Biopori: Perbedaan revisi

199 bita ditambahkan ,  5 tahun yang lalu
 
===Penanganan limbah organik===
Biopori juga dapat mengubah sampah organik menjadi [[kompos]]. Pengomposan sampah organik mengurangi aktivitas [[pembakaran sampah]] yang dapat meningkatkan kandungan [[gas rumah kaca]] di atmosfer. Setelah proses pengmposan selesai, kompos ini dapat diambil dari biopori untuk diaplikasikan ke tanaman. Kemudian biopori dapat diisi dengan sampah organik lainnya.<ref name="keunggulan"></ref><ref name="ibubercahaya"></ref> Sampah organik yang dapat dikomposkan di dalam biopori diantaranya sampah taman dan kebun (dedaunan dan ranting pohon), sampah dapur (sisa sayuran dan tulang hewan), dan sampah produk dari [[pulp]] ([[kardus]] dan [[kertas]]).<ref name="soeparwan">{{cite book |url = http://books.google.co.id/books?isbn=9790064810 |title = Halaman Organik |author = Soeparwan Soeleman & Donor Rahayu |publisher = AgroMedia |isbn = 9790064810}}</ref>{{rp|129}} Sama seperti proses pengomposan secara umum, [[Rasio karbon terhadap nitrogen|rasio C/N]] menentukan kualitas kompos yang akan didapatkan. Umumnya, masalah utama pengomposan adalah pada rasio C/N yang tinggi, sehingga dekomposisi berjalan lambat. Untuk mengatasinya, penambahan limbah yang mengandung unsur N tinggi seperti limbah hewani perlu dicermatidilakukan. TerlaluNamun penambahan demikian perlu dicermati karena terlalu banyak limbah hewani akan menyebabkan kompos menjadi berbau pada tahap awal pengomposan.<ref name="soeparwan"></ref>{{rp|131-132}}
 
===Kesehatan tanah===
Pengguna anonim