Mineral sulfida: Perbedaan revisi

257 bita ditambahkan ,  4 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
(Ada perubahan besar pada konten artikel)
=== '''Pendahuluan''' ===
Mineral Sulfida merupakan salah satu kelompok mineral dalam klasifikasi Dana. Mineral ini sering dimanfaatkan sebagai mineral ekonomis, keberadaan mineral ini erat kaitannya dengan alterasi hidrotermal. Mineral Sulfida merupakan Kelompok mineral yang tersususn dari kombinasi antara logam atau semi-logam dengan belerang, misalnya Pirit, Galena, Kalkopirit, Kalkosist, dan lain sebagainya.<ref>Warmada, I Wayan, 2014. Kristalografi dan Mineral. Yogyakarta, Lab Bahan Galian, Jurusan Teknik Geologi FT-UGM.</ref>
 
=== '''Ciri-ciri mineral Sulfida''' ===
Mineralisasi/alterasi endapan urat yang berasosiasi dengan endapan logam dasar dicirikan oleh zonasi pembentukan mineral dari temperatur tinggi sampai rendah. Urat/vein di daerah proksimal kaya kandungan tembaga dan rasio logam dibanding sulfur tinggi. Daerah ini dicirikan oleh hadirnya alterasi argillik sempurna di bagian dalam dan ke arah luar berubah menjadi alterasi serisitik. Daerah distal kaya kandungan timbal dan zeng, dan terdiri dari mineral sulfida dengan rasio logam dibanding sulfur rendah. Alterasi yang berkembang di daerah ini berupa alterasi propilitik, semakin ke arah jauh dari urat tersusun oleh batuan tidak teralterasi (Panteleyev, 1994; Corbett, 2002).
 
Larutan hidrotermal terbentuk pada fase akhir siklus pembekuan magma. Ketika magma naik kepermukaan maka magma tersebut akan berinteraksi dengan batuan yang dilewati akan menyebabkan terubahnya mineral-mineral penyusun batuan samping dan membentuk mineral-mineral baru (Mineral yang teralterasi). Larutan hidrotermal tersebut akan terendapkan pada suatu tempat membentuk mineralisasi.<ref>Abdullah, Muhammad, dkk. 2011. Minerals of Hydrothermal and Fumarolic Systems. Yogyakarta; Program Studi Geofisika FMIPA UGM.</ref>
 
=== '''Pemanfatan mineral Sulfida''' ===
50

suntingan