Buka menu utama

Perubahan

4 bita dihapus ,  3 tahun yang lalu
== Ajaran ==
[[Berkas:Luthseal.gif|left|frame|Segel Luther]]
Ajaran khas Martin Luther yang seringkali juga diakui sebagai ciri khas ajaran Reformasi disimpulkan dalam tiga ''sola'', yaitu ''[[sola fide]]'', ''[[sola gratia]]'', dan ''[[sola scriptura]]'', yang berarti "hanya iman", "hanya anugerah", dan "hanya Kitab Suci". Maksudnya, Luther menyatakan bahwa keselamatan manusia hanya diperoleh karena imannyaiman kepada karya [[anugerah]] [[Allah]] yang dikerjakannyadikerjakan-Nya melalui [[Yesus Kristus]], sebagaimana yang disaksikan oleh [[Kitab Suci]]. (Efesus 2:8-9 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.).
 
Luther menentang praktek penyalahgunaan [[indulgensia]] (penghapusan hukuman sementara akibat [[Dosa (Kristen)|dosa]]) pada saat itu. Luther menyatakan bahwa manusia diselamatkan bukan karena amal atau perbuatannya yang baik, melainkan semata-mata oleh karena anugerah Allah. Hal ini didasarkan pada perkataan [[Paulus dari Tarsus|Paulus]] dalam [[Surat Roma]]: "Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa." (Roma 5:8)
 
=== Ikonoklasme ===
Beberapa tokoh reformasi Protestan, khususnya [[Andreas Karlstadt]], [[Huldrych Zwingli]] dan [[Yohanes Calvin]] mendukung penyingkiran citra-citra religius dengan mendasarkan pendapat mereka pada larangan penyembahan berhala dan pembuatan citra pahatan dari Allah dalam [[Dekalog]] ([[Sepuluh Perintah Allah]]). Hasilnya, patung-patung dan gambar-gambar dirusak dalam serangan spontan individual maupun huru-hara [[ikonoklastis]] yang tidak sah. Meskipun demikian, dalam banyak kasus citra-citra religius disingkirkan secara baik-baik oleh otoritas sipil di kota-kota dan daerah-daerah teritorial Eropa yang baru saja direformasi.
 
Tidak seperti Gereja-Gereja Protestan lainnya, Gereja-Gereja Lutheran pada umumnya tidak begitu anti terhadap penggunaan citra-citra religius. Ini disebabkan oleh pernyataan Martin Luther sendiri bahwa orang-orang Kristen harus bebas untuk menggunakan citra-citra selama mereka tidak menyembahnya sebagai ganti Allah.
Pengguna anonim