Buka menu utama

Istana Buton ialah istana yang dijadikan oleh para raja dan ratu dari Kesultanan Buton sebagai tempat tinggal. Dikenal pula dengan istilah Malige, atau mahligai, bermakna istana atau Kamali yang berarti kediaman para raja.[1]

Dahulu, Istana Buton merupakan tempat tinggal keluarga sultan dan pusat pemerintahan kerajaan. Struktur bangunan istana ini menggunakan struktur rumah panggung. Istana Malige dibuat dengan fondasi batu alam yang disebut dengan sandi. Sandi tersebut tidak ditanam tapi diletakkan begitu saja tanpa perekat. Fungsinya adalah untuk meletakkan tiang bangunan. Di antara sandi dan tiang bangunan dibatasi oleh satu atau dua papan alas yang ukurannya disesuaikan dengan diameter tiang dan sandi. Ini berfungsi sebagai pengatur keseimbangan bangunan secara keseluruhan. Bangunan ini juga terdiri dari 4 lantai dan terbuat dari kayu yang berasal dari pohon wala dan lantai bangunan ini terbuta dari kayu jati. Pembangunan istana ini terbilang cukup unik karena tidak menggunakan paku, bilah-bilah kayu hanya dikaitkan satu sama lain agar merekat dengan kokoh. bangunan ini kokoh berdiri dengan topangan 40 tiang penopang, di bagian depan terdapat 5 tiang yang berderet hingga 8 baris ke belakang. Tiang utamanya disebut dengan tutumbu yang bermakna selalu tumbuh.[1]

Struktur bangunan Istana Buton pada dasarnya adalah sama setempat sebab berasal dari satu konstruksi yang sama yang disebut banuwa tada. Hanya saja, ketika rumah tersebut difungsikan sebagai rumah para pejabat, terdapat penambahan tiang penyangga yang berfungsi sebagai kambero (kipas) sehingga disebut dengan banua tada kambero atau istana kamali. Setiap raja akan naik tahta maka akan dibuatkan rumah sejenis ini, jadi ada sekitar 38 rumah yang sejenis dengan istana malige.[1]

ReferensiSunting

  1. ^ a b c "Istana Buton". Kebudayaan Indonesia. 28 April 2014. Diakses tanggal 1 Agustus 2016.