Buka menu utama

Indeks saham Sustainable and Responsible Investment (SRI)-KEHATI merupakan salah satu indeks yang menjadi indikator pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks ini menggunakan prinsip keberlanjutan, keuangan, dan tata kelola yang baik, serta kepedulian terhadap lingkungan hidup sebagai tolok ukurnya. Indeks yang diluncurkan pada 8 Juni 2009 oleh Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) bekerja sama dengan PT BEI, dapat menjadi benchmark bagi investor ataupun manajer investasi dalam menentukan perusahaan publik mana yang memiliki kinerja baik dalam menjalankan usahanya dari sisi tata kelola finansial, sosial, sekaligus lingkungan secara berkelanjutan.[1]

Ada 25 emiten yang menjadi konstituen indeks SRI-KEHATI, yang diseleksi setiap dua periode dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober. Setelah terpilih, nama-nama dari 25 emiten tersebut akan dipublikasikan oleh BEI yang dapat dilihat di [1].


Mekanisme Pemilihan Saham untuk Indeks

Mekanisme pemilihan dan review emiten dalam daftar konstituen Indeks saham SRI-KEHATI dilaksanakan melalui tiga tahap seleksi.

Tahap pertama, seleksi pada aspek bisnis inti (core business). Pada tahap ini, KEHATI melakukan seleksi negatif, yaitu memastikan emiten tidak bergerak dan memiliki usaha inti pada sembilan jenis bisnis berikut ini: pestisida, nuklir, senjata, tembakau, alkohol, pornografi, perjudian, genetically modified organism (GMO), dan pertambangan batubara.

Tahap kedua, aspek finansial, di mana hanya emiten yang memiliki kapitalisasi pasar dan total aset lebih besar dari Rp 1 triliun, free float ratio lebih besar dari 10 persen, serta rasio price earning (PE) positif, yang memiliki peluang untuk lolos ke tahap seleksi berikutnya.

Tahap ketiga, aspek fundamental. Pada tahap ini, emiten bersangkutan akan dinilai berdasarkan enam indikator fundamental dalam Indeks SRI-KEHATI, yang meliputi: tata kelola perusahaan, lingkungan, keterlibatan masyarakat, perilaku bisnis, sumber daya manusia, dan hak asasi manusia (HAM).

Penilaian indikator ini dilakukan melalui review terhadap data sekunder, pengisian kuesioner oleh emiten-emiten, dan data-data lain yang relevan. Dari hasil review tersebut, terpilihlah 25 emiten sebagai konstituen penyusun Indeks SRI-KEHATI.[2]


Komite Indeks

Operasional dan manajemen harian Indeks SRI-KEHATI merupakan tanggung jawab BEI bekerja sama dengan KEHATI sebagai pemilik indeks. KEHATI membentuk Komite Indeks SRI-KEHATI sebagai badan penasehat dalam pemilihan dan penyusunan konstituen indeks. Adapun susunan Komite Indeks SRI-KEHATI pada tahun 2017 ini adalah sebagai berikut: Darwin Cyril Noerhadi (Ketua), Gunarni Soeworo (anggota), Okkie A.T. Monterie (angora), A.A. Pranatadjaja (anggota), Michel A. Tjoajadi (anggota), dan Dedy S. Panigoro (anggota).


Indeks Investasi Hijau

Indeks SRI-KEHATI merupakan indeks investasi hijau (green index) yang pertama di ASEAN dan kedua di Asia berdasarkan data Exchange and Sustainable Investment (www.world-exchange.or). Indeks ini juga masuk ke dalam kategori socially responsible investing (SRI) atau ethical investing, yakni strategi investasi yang mempertimbangkan, baik keuntungan finansial maupun sosial yang membawa perubahan.

Beberapa jenis indeks yang masuk kategori indeks SRI di antaranya: Dow Jones Sustainability World Index (dengan kurang lebih 340 konstituen), Ethical Europe Equity Index (30 konstituen), FTSE4Good Global Index (883 konstituen), MSCI World SRI Index (401 konstituen), SRI-KEHATI index (25 konstituen), SSE (Shanghai Stock Exchange) Social Responsibility Index (100 konstituen), dan S&P ESG India Index (50 konstituen).

Kehadiran Indeks SRI KEHATI juga sejalan dengan komitmen dunia internasional yang tertuang dalam Sustainable Stock Exchange (SSE) Initiative yang diluncurkan Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui United Nations Conference of Trade and Development (UNCTAD), United Nations Global Compact, United Nations Environment Programme Finance Initiative (UNEP-FI), dan Principles for Responsible Investment (PRI). Melalui Inisiatif SSE tersebut, indeks bursa saham tak hanya mempertimbangkan aspek finansial semata, tetapi juga mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola atau yang akrab disingkat ESG (environmental, social, and governance) ke dalam aturan listing dan kerangka peraturan di bursa saham.


Kinerja SRI-KEHATI

Sejak diluncurkan delapan tahun silam, Indeks tersebut terbukti memiliki kinerja yang konsisten dengan nilai rata-rata sekitar 10 persen di atas indeks yang lainnya, seperti Indeks LQ45 dan Indeks Harga Saham Gabungan/IHSG (Jakarta Composite Index/JCI). Hal ini mengindikasikan adanya respons positif dari para investor yang bersedia membayar harga premium dari saham emiten yang berkategori Sustainable dan Responsible / konstituen indeks SRI-KEHATI.

Pola kinerja Indeks ini sesuai dengan tren investor di berbagai belahan dunia, yang di samping aspek finansial juga mulai mempertimbangkan aspek-aspek lingkungan, sosial, dan prinsip pembangunan berkelanjutan di dalam mengambil keputusan investasinya..

Sebagai pemilik Indeks SRI-KEHATI, sejak tahun 2014, Yayasan KEHATI menyelenggarakan SRI-KEHATI Award, sebuah ajang penghargaan untuk para konstituen Indeks SRI-KEHATI yang dinilai paling memiliki sensitivitas dan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan dalam menginvestasikan modalnya. Hingga tahun 2017, penganugerahan telah diselenggarakan sebanyak tiga kali.


SRI-KEHATI Award

Untuk ajang SRI-KEHATI Award 2017, yang diselenggarakan pada tanggal 7 Juni lalu, tiga emiten terpilih sebagai penerima anugerah tersebut, yaitu: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Danamon Indonesia (Persero) Tbk dan PT Astra Agro Lestari Tbk.

Ada enam indikator yang digunakan sebagai basis penilaian, antara lain: kepedulian terhadap lingkungan, pengembangan komunitas, tata kelola yang baik, perilaku bisnis, praktek perburuhan, dan hak asasi manusia. Ada 25 emiten yang diseleksi. Mereka merupakan perusahaan-perusahaan yang tercatat sebagai konstituen indeks SRI KEHATI.

Berikut 25 emiten yang masuk ke dalam list konstituen Indeks SRI-KEHATI per April-Oktober 2017: PT Astra Agro Lestari Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Astra International Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Danamon Indonesia Tbk., PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bumi Serpong Damai Tbk, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Kalbe Farma Tbk, PT PP London Sumatra Indonesia Tbk, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Timah (Persero) Tbk, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, PT United Tractors Tbk, PT Unilever Indonesia Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya Beton Tbk.


Catatan Kaki

ReferensiSunting