Ilmu militer adalah studi tentang proses militer, institusi, dan perilaku, bersama dengan studi perang dan teori serta penerapan kekuatan koersif terorganisir.[1] Difokuskan pada teori, metode, dan praktik kemampuan militer dengan cara yang konsisten dengan kebijakan pertahanan nasional.

Kelas militer yang sedang belajar menggunakan telepon untuk keperluan tugas militer tahun 1917.

Ilmu militer berfungsi untuk mengidentifikasi secara strategis, politis, ekonomis, psikologis, sosiologis, operasional, teknologi, dan taktis militer serta elemen-elemen yang diperlukan untuk mempertahankan keunggulan relatif kekuatan militer dalam masa damai atau selama perang. Ilmuwan militer termasuk ahli teori, peneliti, ilmuwan eksperimental, ilmuwan terapan, perancang, insinyur, teknisi dan lainnya.

Personel militer memperoleh senjata, peralatan tempur, dan pelatihan militer untuk mencapai sasaran spesifik yang strategis. Ilmu militer juga digunakan untuk membangun kemampuan musuh sebagai bagian dari teknik intelijen.

Dalam sejarah militer, ilmu militer telah digunakan selama periode Revolusi Industri sebagai istilah umum untuk menyebut semua masalah teori militer dan penerapan teknologi sebagai suatu disiplin akademis, termasuk pasukan yang ditempatkan pada masa damai atau dalam pertempuran.  

ReferensiSunting

  1. ^ Jordan, 2013. p. 880.