ISO 639

standar untuk melambangkan nama bahasa atau rumpun bahasa di dunia

ISO 639 adalah salah satu standar internasional mengenai pengkodean bahasa di dunia. ISO 639 terdiri dari beberapa bagian, dua diantaranya aktif dipublikasikan hingga saat ini, sementara bagian yang lain masih dikembangkan.

Kedua bagian dari ISO 639:

  • ISO 639-1: 2002 "Kode bahasa -- Bagian 1: kode Alpha-2"
  • ISO 639-2: 1998 "Kode bahasa -- Bagian 2: kode Alpha-3"

Bagian yang masih dikembangkan:

  • ISO 639-3: 2007 "Kode bahasa -- Bagian 3: kode Alpha-3" [1]
  • ISO 639-4: 2007? "Kode bahasa -- Bagian 4"
  • ISO 639-5: 2006? "Kode bahasa -- Bagian 5"
  • ISO 639-6: dibuat 2009 dibatalkan 2014

Keterbatasan Alpha-3

sunting

Karena kode Alpha-3 terdiri dari 3 huruf alfabet maka jumlah kode yang dapat ditampung adalah 26 * 26 * 26 = 17.576. Bagian ke-2 mendefinisikan dua kode khusus yaitu mul, und, rentang kode yang dicadangkan qaa-qtz (500 kode) dan memiliki 23 buah kode yang ganda (kode-kode B/T). Dengan demikian sejumlah 545 kode tidak bisa digunakan pada bagian ke-3. Sisa kode yang bisa digunakan adalah 17.576 - 545 = 17.032.

Pranala luar

sunting