Buka menu utama

Ir. H. Hasanuddin Beruh, M.M. (lahir di Kutacane, Aceh, 13 September 1952; umur 67 tahun) adalah Bupati Aceh Tenggara 2 periode yakni 2007–2012 dan 2012–2017.

Ir. H.
Hasanuddin Beruh
MM
200px
Bupati Aceh Tenggara
Masa jabatan
24 September 2012 – 24 September 2017
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
Joko Widodo
GubernurZaini Abdullah
Soedarmo (Pj.)
Zaini Abdullah
Irwandi Yusuf
[[Wakil Bupati Aceh Tenggara|Wakil]]Ali Basrah
PendahuluHasanuddin Darjo (Plh.)
PenggantiRaidin Pinim
Masa jabatan
1 September 2007 – 1 September 2012
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
GubernurIrwandi Yusuf
Zaini Abdullah
WakilSyamsul Bahri
PendahuluArmen Desky
PenggantiHasanuddin Darjo (Plh.)
Informasi pribadi
Lahir13 September 1952 (umur 67)
Bendera Indonesia Kutacane, Aceh
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
PendidikanITB (Institut Teknologi Bandung)
Alma materITB (Institut Teknologi Bandung)

Menjadi BupatiSunting

Masa awal jabatannya ditandai dengan hal yang sangat kontroversial yakni keputusan hasil pilkada yang ditentukan oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) Provinsi Aceh, sedangkan KIP Kabupaten Aceh Tenggara menetapkan pasangan Armen Deski dan Muhamad Salim Fahri sebagai pemenang. Hal ini sampai menimbulkan kericuhan yang dilakukan warga yang tidak setuju dengan hasil pilkada kali ini. Kericuhan yang terjadi menyebabkan beberapa orang luka-luka.[1] Hal ini terjadi setelah hampir tiga bulan kepastian tentang proses penghitungan suara yang dihentikan karena adanya tuduhan berbagai kecurangan. Pada 25 Maret 2007 sekitar 500 orang massa pendukung pasangan Ir. Hasanuddin Beruh-Syamsul Bahri, melakukan unjuk rasa di Kantor KIP Aceh Tenggara memprotes proses penghitungan ulang yang dianggap menyalahi ketentuan. KIP Aceh Tenggara yang seharusnya melakukan rekap suara, justeru membuka kembali kotak-kotak suara yang telah tersimpan selama 3 bulan di Kantor KIP. Dari 11 kotak suara yang dibuka, jumlah suara untuk pasangan Ir. Hasnuddin Beruh-Syamsul Bahri hilang sekitar 236 suara sedangkan pasangan Amen Desky-Salim Fachri bertambah sekitar 390 suara. Dalam kejadian tersebut sebanyak tiga anggota Brimob Polres Aceh Tenggara mengalami luka-luka terkena lemparan batu, sedangkan lima warga sipil terkena tembakan aparat keamanan.[2]

Pada pilkada Aceh Tenggara 2012, juga terjadi penetapan hasil yang tidak mulus. Berdasarkan rekapitulasi KIP setempat yang dihadiri oleh dihadiri Ketua, Komisioner, dan Sekretaris KIP Agara, Ketua beserta Divisioner Panwas Agara. Juga hadir Komisioner KIP Aceh, yaitu Akmal Abzal, Zainal Abidin, Roby Syahputra serta Sekretaris, Abdullah, menyatakan bahwa pasangan Hasanuddin B/Ali Basrah memperoleh 51.059 suara disusul pasangan Raidin Pinem/Muslim Ayub 37.406 suara, Rajidin/Sarim Sembiring 595 suara, pasangan Armen Desky/Tgk Appan Husni memperoleh 10.483 suara, Marthin Desky/Kamasiah 2.039 suara, Amri Selian/Muhammad Riduan 1.739 suara, dan pasangan M Ridwan/Erwin Sembiring 4.433 suara. Jumlah yang terdaftar sebagai pemilih tetap pada Pilkada 2012 di Agara kali ini mencapai 132.252 pemilih yang tersebar di 493 TPS. Sedangkan yang memberikan hak pilih pada pilkada 2 Juli 2012 sebanyak 109.588 pemilih.[3] Pasangan Raidin Pinem-Muslim Ayub lalu melaporkan hasil ini ke Mahkamah Konstitusi karena dinilai ada banyak pelanggaran yang terjadi.[4]

Namun, pasangan Hasanuddin Beruh-Ali Basrah tetap dilantik oleh Gubernur Zaini Abdullah pada 24 September 2012. Pelantikan dilakukan di di Gedung Olah Raga Kutacane, Ibu Kota Kabupaten Aceh Tenggara melalui sidang paripurna istimewa Dewan Perwakilan Kabupaten (DPRK) Aceh Tenggara. Menurut Pelaksana harian (Plh) Bupati Aceh Tenggara Hasanuddin Darjo, mengatakan pelantikan ini dihadiri oleh sekitar 250 tamu undangan yang hadir.[5]

ReferensiSunting