Hands up, don't shoot

"Hands up, don't shoot" adalah sebuah slogan dan simbol yang digunakan sebagai bentuk protes masyarakat tentang penganiayaan yang dilakukan polisi terhadap kaum minoritas, seperti orang berkulit hitam. Tidak sedikit masyarakat yang merasa bahwa hal penganiayaan terhadap kaum minoritas adalah perbuatan yang bertentangan dengan HAM (Hak Asasi Manusia) bahkan hal ini telah menjadi masalah bersama mengenai problematika sistem hukum yang mengatur mengenai ketidakadilan kaum minoritas.[1]

Alasan penggunaan slogan "Hands up, don't shoot" karena slogan tersebut sudah termasuk ke dalam aksi(kegiatan yang dapat dilakukan). Serta slogan tersebut memiliki pengertian yaitu keprihatinan masyarakat ketika mereka, kaum minoritas, mengangkat tangan mengaku menyerah kepada polisi namun masih mendapatkan tindakan kekerasan.[1]

Selain itu juga dikarenakan slogan tersebut sangat mudah dimengerti bagi setiap orang. Serta maksud dari "Hands up", menurut DeRay Mckesson, adalah untuk memberitahukan bahwa mereka, kaum minoritas, tidak bersenjata dan mengingatkan polisi tentang ketidakadilan mereka.[1]

Banyak masyarakat, baik para pengunjuk rasa, atlet, maupun staff kongres, yang menggunakan gerakan tersebut di depan umum sebagai solidaritas. Bahkan di sebuah restoran Meksiko di Brooklyn, terdapat seorang karyawannya yang mengangkat tangan saat sembilan polisi memasuki restoran tersebut. Hal ini dilakukan sebagai bentuk protes masyarakat terhadap polisi.[1]

Latar BelakangSunting

Awal mula slogan "Hands up, don't shoot" adalah saat terjadinya penembakan Michael Brown di Ferguson, Missouri pada tanggal 9 Agustus 2014. Kasus ini berawal dari diduganya Michael Brown mencuri rokok di sebuah toko dan ketika petugas toko memergokinya, Brown mendorong petugas toko tersebut ke etalase. Hal tersebut tertangkap CCTV. Setelah keluar dari toko tersebut, menurut CCTV, Brown berada di dekat POM bensin. Darren Wilson, petugas polisi, mendapatkan pemberitahuan mengenai pencurian tersebut dan segera mendatangi lokasi yang diberitahukan. Oleh karena itu, Darren Wilson menghentikan Brown dan temannya yang sedang berjalan di tengah jalan karena diduga melakukan pencurian rokok tersebut. Menurut beberapa saksi, sempat terjadinya pertengkaran. Ketika Wilson menembakkan senjatanya, Brown dan temannya pun berlari. Wilson menembakan lebih banyak lagi hingga total luka tembak yang terdapat pada Brown yaitu enam luka tembak di kepala dan lengan kanan.[2][3][4]

Menurut beberapa orang yang menyaksikan peristiwa penembakan yang dilakukan oleh Darren Wilson, mereka menyatakan bahwa sebelum kematiannya Michael Brown mengucapkan kata "Don't Shoot".dan mengangkat tangannya untuk menyerah.[5] Karena hal tersebutlah slogan "Hands up, don't shoot" menjadi terkenal dan banyak masyarakat yang menggunakannya untuk memerangi ketidakadilan terhadap kaum minoritas khususnya orang berkulit hitam.

HasilSunting

Setelah dilakukannya investigasi, pengadilan menyatakan bahwa penembakan yang dilakukan oleh Darren Wilson terhadap Michael Brown adalah bentuk pertahanan. Sebelum terjadinya penembakan, terdapat pertengkaran fisik antara Wilson dan Brown yang dilakukan di SUV petugas. Lalu Wilson melepaskan tembakan pertama dari kendaraannya dan melakukan lebih banyak tembakan lagi. Hal ini dilakukan karena Wilson takut terhadap Brown.[6] Pada tanggal 29 November 2014, Darren Wilson keluar dari Kepolisian Ferguson.[3]

ReferensiSunting

  1. ^ a b c d CNN, Emanuella Grinberg. "Why 'hands up, don't shoot' still resonates". CNN. Diakses tanggal 2020-06-21. 
  2. ^ "Profile: Michael Brown". BBC News (dalam bahasa Inggris). 2014-11-26. Diakses tanggal 2020-06-21. 
  3. ^ a b "Timeline of events in shooting of Michael Brown in Ferguson". AP NEWS. 2019-08-08. Diakses tanggal 2020-06-21. 
  4. ^ "Timeline of Michael Brown shooting". BBC News (dalam bahasa Inggris). 2014-08-15. Diakses tanggal 2020-06-21. 
  5. ^ Washingtonpost; Ye Hee Lee, Michelle; politicsEmailEmailBioBioFollowFollowReporter, influence in. "'Hands up, don't shoot' did not happen in Ferguson". Washington Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-06-21. 
  6. ^ Lopez, German (2019-08-12). "Elizabeth Warren and Kamala Harris's controversial Michael Brown tweets, explained". Vox (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-06-21.