Google Search

perusahaan asal Amerika Serikat

Google Penelusuran (bahasa Inggris: Google Search) adalah mesin pencari web yang dimiliki Google LLC. Google Penelusuran adalah mesin pencari yang paling banyak digunakan di dunia maya.[5] Sekian ratus juta kueri dimasukkan setiap harinya oleh para peselancar web melalui berbagai macam layanan yang disediakan.[6]

Google Search
Tangkapan layar
Laman utama Google Penelusuran
Jenis situs
Mesin pencari web
BahasaMultibahasa (123)
PemilikGoogle
PenciptaSergey Brin dan Larry Page
PendapatanDari AdWords
Situs webGoogle.com
IPv6Ya[1] or ipv6.google.com
Peringkat AlexaKenaikan 1 (Februari 2013)[2]
KomersialYa
Daftar akunOpsional
Diluncurkan15 September 1997 (1997-09-15)[3]
Statusaktif
Bahasa pemrogramanC++[4]

Urutan hasil pencarian Google sebagian didasarkan pada peringkat prioritas bernama "PageRank". Google Penelusuran memberikan banyak pilihan pencarian kustom dengan operator Boolean seperti: pengecualian ("-xx"), alternatif ("xx OR yy"), dan kartu liar ("x * x").[7]

Tujuan utama Google Penelusuran adalah mencari teks di dokumen-dokumen publik yang tersedia di server web (dalam format HTML, PDF, dll.), berbeda dengan data-data lain yang dapat dicari menggunakan layanan semacam Google Image Search. Google Penelusuran awalnya dikembangkan oleh Larry Page dan Sergey Brin pada tahun 1997.[8] Google Penelusuran menyediakan sedikitnya 22 fitur istimewa selain pencarian kata,[9] yaitu sinonim, ramalan cuaca, zona waktu, pergerakan saham, peta, data gempa, jadwal bioskop, bandar udara, daftar rumah, dan skor olahraga. Ada pula fitur istimewa untuk penanggalan, termasuk rentang angka (70..73),[10] harga, suhu, konversi mata uang ("10.5 cm in inches"), perhitungan ("3*4+sqrt(6)-pi/2"), pelacakan paket, paten, kode wilayah,[9] dan penerjemahan bahasa. Pada bulan Juni 2011, Google meluncurkan "Google Voice Search" dan "Search by Image" yang memungkinkan pengguna mencari sesuatu dengan perintah suara dan gambar.[11] Bulan Mei 2012, Google memperkenalkan fitur pencarian semantik Knowledge Graph untuk kawasan Amerika Serikat.

Frekuensi pemakaian sejumlah kueri pencarian telah mencapai tingkatan volume tertentu yang menunjukkan tren ekonomi, sosial, dan kesehatan yang lebih luas.[12] Data mengenai frekuensi pemakaian kueri pencarian di Google (tersedia melalui Google Adwords, Google Trends, dan Google Insights for Search) telah dipakai untuk mengaitkan wabah flu dengan tingkat pengangguran dan menyampaikan informasi lebih cepat daripada metode reportase tradisional dan survei pemerintah.

Pesaing utama Google Penelusuran adalah Baidu dan Soso.com di Tiongkok dan Korea Selatan; Naver.com di Korea Selatan; Yandex di Rusia; Seznam.cz di Ceko; Yahoo! di Jepang dan Taiwan. Pesaing potensial selanjutnya adalah Bing.[13]

Kode Merah

Pada bulan November 2022, Sundar Pichai, CEO Google LLC mendeklarasikan "Kode Merah" ke seluruh perusahaan atas "ancaman" dari chatbot ChatGPT.[14][15][16] Kenaikan besar dari ChatGPT dianggap sebagai ancaman terhadap Google Penelusuran karena jika berkembang pesat, ChatGPT dapat memberikan cara baru untuk mencari informasi di internet yang lebih efisien. Oleh karena itu, Google berencana mengimplementasikan AI mereka sendiri untuk Google Penelusuran. Sebuah lab AI milik Google yang bernama DeepMind mengusulkan AI chatbot "Sparrow"[17], akan tetapi Sparrow dapat membuat kesalahan, menghalusinasikan fakta, dan memberikan jawaban yang tidak relevan.[14] Walaupun begitu, Google tidak ingin terlalu gegabah karena tidak ingin AI yang mereka rilis berdampak buruk pada masyarakat karena tidak dapat membedakan rasisme, bias dan misinformasi seperti kejadian pada Tay milik Microsoft pada tahun 2016.[15] Namun pada akhirnya, Google mengumumkan kemunculan Bard yang akan menjadi pesaing ChatGPT dan copilot Google Penelusuran. Bard menggunakan LaMDA (Language Model of Dialogue Applications) untuk menghasilkan respon kreatif seperti ChatGPT, bahkan Bard bisa menelusuri internet untuk mendapat jawaban yang up-to-date.[18] Akan tetapi pada demo pertamanya, Bard sudah melakukan kesalahan faktual saat menjawab tentang James Webb Space Telescope (JWST) dengan menyatakan bahwa JWST mengambil gambar planet ekstrasurya pertama pada tahun 2023, tapi pada kenyataannya gambar planet ekstrasurya pertama diambil pada tahun 2004 oleh Very Large Telescope (VLT) di Chili.[19]

Lihat pula

Referensi

  1. ^ "Google over IPv6". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-07-06. Diakses tanggal December 8, 2010. 
  2. ^ "Google.com Site Info". Alexa Internet. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-12-26. Diakses tanggal September 11, 2012. 
  3. ^ "WHOIS". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-02-08. Diakses tanggal January 27, 2009. 
  4. ^ "The Anatomy of a Large-Scale Hypertextual Web Search Engine". Computer Science Department, Stanford University, Stanford, CA. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-04-25. Diakses tanggal January 27, 2009. 
  5. ^ "Alexa Search Engine ranking". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-03-05. Diakses tanggal November 15, 2009. 
  6. ^ "Almost 12 Billion U.S. Searches Conducted in July". SearchEngineWatch. September 2, 2008. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-09-12. Diakses tanggal 2013-02-11. 
  7. ^ "''...The *, or wildcard, is a little-known feature that can be very powerful...''". Google.co.nz. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-06-05. Diakses tanggal August 4, 2012. 
  8. ^ "WHOIS". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-02-08. Diakses tanggal January 27, 2009. 
  9. ^ a b Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama fea
  10. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama csheet
  11. ^ Antonimuthu, Rajamanickam (June 21, 2011). "''Voice Search for Google.com – Just click the mic and say your search. And, Search Google by giving Image''". Qualitypoint.blogspot.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-06-25. Diakses tanggal August 4, 2012. 
  12. ^ Hubbard, Douglas (2011). Pulse: The New Science of Harnessing Internet Buzz to Track Threats and Opportunities. John Wiley & Sons. 
  13. ^ "thetechbook » Countries where Google is not #1 search engine". Woolor.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-01-01. Diakses tanggal 2012-12-26. 
  14. ^ a b Phelan, David. "How ChatGPT Suddenly Became Google's Code Red, Prompting Return Of Page And Brin". Forbes (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-05-08. Diakses tanggal 2023-04-17. 
  15. ^ a b "ChatGPT Caused 'Code Red' at Google, Report Says". CNET (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-07-14. Diakses tanggal 2023-04-17. 
  16. ^ Mok, Aaron. "Google's management has reportedly issued a 'code red' amid the rising popularity of the ChatGPT AI". Business Insider (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-05-14. Diakses tanggal 2023-04-17. 
  17. ^ "Building safer dialogue agents". www.deepmind.com (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-01. Diakses tanggal 2023-04-17. 
  18. ^ "Bard". bard.google.com (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-06-10. Diakses tanggal 2023-04-17. 
  19. ^ "Salinan arsip". www.theverge.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-02-12. Diakses tanggal 2023-04-17. 

Bacaan lanjutan

  • Google Hacks from O'Reilly is a book containing tips about using Google effectively. Now in its third edition (2006). ISBN 0-596-52706-3.
  • Google: The Missing Manual by Sarah Milstein and Rael Dornfest (O'Reilly, 2004). ISBN 0-596-00613-6
  • How to Do Everything with Google by Fritz Schneider, Nancy Blachman, and Eric Fredricksen (McGraw-Hill Osborne Media, 2003). ISBN 0-07-223174-2
  • Google Power by Chris Sherman (McGraw-Hill Osborne Media, 2005). ISBN 0-07-225787-3
  • Barroso, Luiz Andre (2003). "Web Search for a Planet: The Google Cluster Architecture". IEEE Micro. 23 (2): 22–28. doi:10.1109/MM.2003.1196112. 

Pranala luar