Gelembung uang kripto

Gelembung uang kripto adalar beberapa kali kejadian meletusnya gelembung spekulatif dalam dunia cryptocurrency pada tahun 2011, 2013, 2017, dan 2021. Beberapa orang yang skeptic menganggap pasar cryptocurrency adalah gelembung spekulatif. Pandangan seperti ini di antaranya dianut penulis The Black Swan, Nassim Taleb, penulis The Big Short, Michael Burry, dan petinggi Berkshire Hathaway, termasuk Warren Buffett dan Charlie Munger. Terdapat pula beberapa penerima hadiah nobel di bidang sains ekonomi, anggota Bank Sentral, dan investor.

Gelembung 2017-2018Sunting

Pada kurun maktu 2017 sampai 2018, mata uang kripto mengalami gelembung besar yang pecah dan kepanikan. Kejatuhan ini mencapai nilai 80 persen, melebihi rekor gelembung dotcom. Kepanikan ini ditandai laporan mengenai potensi penipuan oleh BitConnect dengan iming-iming keuntungan tetap dari media CBS pada bulan Februari 2018. Selain itu isu bitcoin akan dilarang oleh Korea Selatan, CoinCheck diretas, API Binance diretas, pelarangan iklan Initial Coin Offering dan penjualan token oleh Facebook, twitter, dan Google turut mempertajam kejatuhan mata uang kripto. Hal ini membuktikan pengaruh isu di media sangat besar terhadap kepercayaan atas mata uang kripto.

Kejatuhan Terra-LunaSunting

Setelah beberapa kali digadang-gadang influencer sebagai mata uang kripto yang kuat dengan iming-iming project yang hebat dan bisa dipercaya, Terra-Luna secara mendadak mengalami kejatuhan nilai pada bulan Mei 2022. Hal ini berakar dari keputusan mematok nilai stablecoin TerraUSD terhadap mata uang kripto Terra-Luna yang dijanjikan stabil. Kestabilan nilai TerraUSD dijaga dengan algoritma yang saling bakar antara TerraUSD tengan Luna. Cara ini sebenarnya telah lama dikritik bisa menyebabkan kekacauan jika dipermainkan oleh pemilik modal yang besar. Namun pendirinya, DoKwon dengan arogan menepis masukan tersebut, dan didukung pula secara membabi buta oleh pendukung Luna (Lunatic) yang tidak mengerti potensi bahaya ini arena silau oleh janji muluk kenaikan terus-menerus nilai Luna.

Algoritma yang dimanipulasi menimbulkan kepanikan sehingga nilai Luna yang awalnya $119.51 menjadi nyaris tidak ada harganya. Hal ini kemudian merembet kepada stablecoin lainnya dan membuka skandal lainnya dari beberapa pengelolaan aset kripto, sehingga menyebabkan nilai berbagai mata yang kripto mengalami kejatuhan besar-besaran sejak Juni 2022 setelah terus-terusan naik selama masa pandemi 2020-2021.