Gelembung tersaring

hasil dari pencarian swaatur yang didasarkan pada algoritma suatu situs untuk menebak secara selektif informasi apa saja yang ingin diketahui oleh seseorang berdasarkan informasi pengguna

Gelembung tersaring merupakan hasil dari pencarian swaatur yang didasarkan pada algoritme suatu situs untuk menebak secara selektif informasi apa saja yang ingin diketahui oleh seseorang berdasarkan informasi pengguna (misalnya tempat, kebiasan mengeklik, dan sejarah pencarian).[1][2][3] Sebagai hasilnya, pengguna menjadi terpisah dari informasi yang bertentangan dengan sudut pandangnya sehingga mereka terkungkung dalam gelembung budaya atau pemikiran pribadi.[4].[5]

Istilah ini dicetuskan oleh aktivis internet bernama Eli Pariser

ReferensiSunting

  1. ^ Bozdag, Engin (23 June 2013). "Bias in algorithmic filtering and personalization". Ethics and Information Technology. 15 (3): 209–227. 
  2. ^ Web bug (slang)
  3. ^ Website visitor tracking
  4. ^ The Huffington Post "Are Filter-bubbles Shrinking Our Minds?"
  5. ^ Zhang, Yuan Cao; Séaghdha, Diarmuid Ó; Quercia, Daniele; Jambor, Tamas (February 2012). "Auralist: Introducing Serendipity into Music Recommendation" (PDF). ACM WSDM. 

Bacaan lebih lanjutSunting

Pranala luarSunting