Galeri Indonesia Kaya

Galeri Indonesia Kaya (disingkat GIK) adalah ruang publik yang memadukan konsep edukasi dan digital dengan tujuan untuk memperkenalkan dan mengapresiasi seni-budaya Indonesia khususnya kepada generasi muda, yang bertempat di Grand Indonesia, Jakarta, Indonesia. Galeri Indonesia Kaya digagas dan dibangun untuk menjadi ruang edutainment budaya berbasis teknologi digital yang dapat mendekatkan dan menyalurkan kreativitas berekspresi generasi muda dalam lingkup tradisi budaya nusantara. Tempat ini memiliki auditorium yang dapat digunakan untuk masyarakat yang membutuhkan tempat berkarya.[1][2][3][4][5]

Galeri Indonesia Kaya berlokasi pada alamat West Mall Lantai 8, Jl. M.H. Thamrin No.1, RT.1/RW.5, Kb. Melati, Tanahabang, Jakarta Pusat[6]

Latar belakang sunting

Sejak tahun 1992, Bakti Budaya Djarum Foundation telah mendukung lebih dari 2.000 kegiatan budaya dan telah menjalin kerjasama dengan para budayawan, seniman, dan kelompok kesenian dalam mengaktualisasikan gagasan kreatifnya.[7] Pada tahun 2011, Djarum Apresiasi Budaya mulai menggiatkan dan fokus mendukung berbagai program seni pertunjukan Indonesia. Banyak karya telah dihadirkan dan mendapatkan apresiasi yang sangat besar dari masyarakat.

Pada tahun 2011, diluncurkan situs Indonesiakaya.com yang merupakan sebuah situs pengetahuan budaya, mulai dari tradisi, kesenian, pariwisata dan kuliner Nusantara. Akhir tahun 2013, Galeri Indonesia Kaya sebagai ruang publik yang terbuka bagi masyarakat luas dibuka. Dengan teknologi digital dan terintegrasi dengan situs Indonesiakaya.com dan sosial media, Galeri Indonesia Kaya mengemas budaya dalam unsur kekinian dan menyajikan informasi tradisi budaya dengan lebih interaktif dan menarik. Terletak di Grand Indonesia, galeri ini membawa tradisi budaya yang jarang tersentuh ke dalam ruang publik. Untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat akan ruang publik, semua fasilitas Galeri Indonesia Kaya dapat dipakai secara gratis.[8][9]

Fasilitas sunting

Galeri Indonesia Kaya memiliki selasar santai untuk pengunjung menikmati suasana Galeri Indonesia Kaya. Di sana juga terdapat panel-panel aplikasi digital yang berisi pengetahuan budaya, yang bebas digunakan pengunjung.[10] Metode penyampaian pengetahuan budaya Galeri Indonesia Kaya tak terbatas dengan tulisan dan foto, tetapi juga aplikasi-aplikasi interaktif, seperti Selaras Pakaian Adat di mana pengunjung dapat berfoto dengan pakaian adat tertentu secara digital, Ceria Anak Indonesia di mana pengunjung dapat bermain congklak digital, dan juga Arungi Indonesia, permainan augmented reality di mana pemain dapat merasakan terbang diatas Indonesia. Area selasar Galeri Indonesia Kaya juga tak jarang dipakai sebagai tempat pameran. Galeri Indonesia Kaya juga kerap memanfaatkan teknologi-teknologi digital baru sebagai sarana informasi budaya.

Galeri Indonesia Kaya juga dilengkapi dengan auditorium berkapasitas 150 orang. Auditorium ini dapat dipakai oleh siapapun secara gratis, baik bagi penyelenggara acara maupun penonton. Karena sifat Galeri Indonesia Kaya sebagai ruang publik budaya yang terbuka untuk umum, semua fasilitas yang digunakan dan acara yang diselenggarakan disini harus bersifat gratis dan mempunyai unsur budaya Indonesia.[11]

Kegiatan sunting

Galeri Indonesia Kaya dapat digunakan untuk beragam kegiatan bertemakan budaya Indonesia, seperti tontonan budaya, diskusi budaya, seni panggung, musik, pemutaran film, dan seminar.[12] Penyelenggara acara dapat menggunakan tempat tanpa biaya, namun isi acara harus berhubungan dengan budaya Indonesia. Tempat ini juga sudah beberapa kali menjadi tempat pertukaran budaya dari mancanegara, menggabungkan kebudayaan Indonesia dengan kebudayaan negara lain.

Di akhir pekan, Galeri Indonesia Kaya juga menghadirkan acara-acara budaya pilihan, tak jarang berkolaborasi dengan seniman-seniman muda maupun seniman-seniman ternama Indonesia. Penonton dapat langsung datang untuk menonton atau melalui pemesanan online.

Penghargaan sunting

  • Rekor MURI penari terbanyak dalam pertunjukan Indonesia Menari di Bundaran HI saat Car Free Day.[13]
  • Rekor MURI penari terbanyak dalam pertunjukan Indonesia menari yang digelar di Grand Indonesia Mall.[14]

Lihat pula sunting

Pranala luar sunting

Referensi sunting

  1. ^ "Situs Resmi GIK, diakses 31 Jan 2015". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-12-04. Diakses tanggal 2015-01-31. 
  2. ^ "Situs Resmi Metro TV, diakses 31 Jan 2015". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2005-11-26. Diakses tanggal 2015-01-31. 
  3. ^ "Jakarta Tourism, diakses 31 Jan 2015". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-08-17. Diakses tanggal 2015-01-31. 
  4. ^ "Millenium Hotels, diakses 31 Jan 2015". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-02-12. Diakses tanggal 2015-01-31. 
  5. ^ "Jakarta Venue, diakses 31 Januari 2015". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-02-12. Diakses tanggal 2015-01-31. 
  6. ^ "Galeri Indonesia Kaya: Daya Tarik, Lokasi, dan Harga Tiket Masuk". kumparan. Diakses tanggal 2024-05-19. 
  7. ^ "Djarum Foundation". www.djarumfoundation.org. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-06-06. Diakses tanggal 2016-08-23. 
  8. ^ "Situs resmi Djarum". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-12-04. Diakses tanggal 2015-01-31. 
  9. ^ "Situs Resmi Grand Indonesia, diakses 31 Jan 2015". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-02-06. Diakses tanggal 2015-01-31. 
  10. ^ Kaya, Indonesia. "Fasilitas Galeri Indonesia Kaya | IndonesiaKaya.com - Eksplorasi Budaya di Zamrud Khatulistiwa". IndonesiaKaya. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-06-25. Diakses tanggal 2016-08-23. 
  11. ^ Laras, Arlina (2023-05-13). "Galeri Indonesia Kaya Sediakan Panggung Pentas Gratis, Ini Caranya". Bisnis.com. Diakses tanggal 2024-05-17. 
  12. ^ Kaya, Indonesia. "Tentang Galeri Indonesia Kaya | IndonesiaKaya.com - Eksplorasi Budaya di Zamrud Khatulistiwa". IndonesiaKaya. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-11-26. Diakses tanggal 2016-08-23. 
  13. ^ Haryono, Heru (13 Mei 2012). "Indonesia Menari Meriahkan Bundaran HI". foto.okezone.com. Diakses tanggal 2024-05-17. 
  14. ^ "Kompas Entertainment, diakses 31 Januari 2015". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-10-06. Diakses tanggal 2015-01-31.