Gagalungan pada rumah Bubungan Tinggi yang jumlahnya bisa mencapai 7 (tujuh) pasang

.

Litografi kompleks keraton Banjar di Martapura pada tahun 1843 di kejauhan terdapat Gagalungan yang jumlahnya bisa mencapai 9 (sembilan) pasang

.

Gagalungan adalah bagian puncak nok atap pelana berupa palang kayu yang dipasang menyilang menutupi pamuung/perabung/wuwungan (nok atap) pada rumah Bubungan Tinggi di Kalimantan Selatan.

Gagalungan berasal dari kata galung (gelung) artinya sanggul, gagalungan artinya sanggul-sanggulan. Gagalungan disebut juga Layang-Layang.