Buka menu utama

William Fraser Anning (lahir 14 Oktober 1949; umur 69 tahun) adalah seorang politikus Australia yang menjabat sebagai Senator untuk Queensland sejak 10 November 2017,[1] dan saat ini ia duduk sebagai seorang independen. Ia terpilih menjadi anggota Senat setelah dilakukan penghitungan suara ulang khusus yang dipicu oleh pencopotan senator dari One Nation Party Malcolm Roberts, yang dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk dipilih sebagai senator karena status ganda kewarganegaraannya.

Senator
Fraser Anning
Fraser Anning on The Unshackled Waves.jpg
Anning pada tahun 2018
Senator Austraia dari Queensland
Mulai menjabat
10 November 2017
PendahuluMalcolm Roberts
Informasi pribadi
LahirWilliam Fraser Anning
14 Oktober 1949 (umur 69)
Brisbane, Queensland, Australia
KebangsaanAustralia
Partai politikIndependen (hingga 1997; sejak 2018)
Afiliasi
politik lain
One Nation (1997–2003; 2014–2018)
Katter's Australian (2018)
PasanganFiona Anning
Tempat tinggalGladstone, Queensland, Australia
Alma materUniversity of Queensland, Gatton Campus
PekerjaanPemilik hotel
Peternak domba dan sapi
ProfesiPeternak
Pebisnis
Politikus
Dinas militer
PihakPersemakmuran Australia
Dinas/cabangAngkatan Darat Cadangan Australia
Masa dinas1969–1973[1]
SatuanBatalion ke-49, Resimen Kerajaan Queensland

Anning memilih untuk tidak bergabung dengan One Nation Party di Senat, ia lebih memilih duduk sebagai senator independen hingga Juni 2018, ketika ia bergabung dengan Katter's Australian Party (KAP), ia dikeluarkan dari KAP pada Oktober 2018 karena pandangannya tentang ras dan imigrasi.[2]

Anning memiliki pandangan politik sayap kanan dan anti-imigrasi[3][4][5] dan menghadapi kritik untuk beberapa komentarnya tentang Islam, termasuk penggunaan istilah "solusi akhir" dalam pidato dan pernyataan pertamanya segera setelah penembakan masjid Christchurch di Selandia Baru, yang menyalahkan mereka atas "program imigrasi yang memungkinkan kaum Muslim fanatik bermigrasi".

Daftar isi

Karier politikSunting

Penembakan masjid Christchurch dan insiden telurSunting

Anning sangat dikritik karena komentarnya tentang penembakan masjid Christchurch di Selandia Baru, yang menewaskan sedikitnya 50 umat Islam. Ia mengklaim bahwa imigrasi "Muslim fanatik" menyebabkan serangan tersebut, dan menyatakan bahwa "Muslim mungkin menjadi korban pada hari ini, tetapi biasanya mereka adalah pelakunya". Anning juga menyatakan bahwa pembantaian itu terjadi karena "... ketakutan yang tumbuh di dalam komunitas kami ... atas meningkatnya kehadiran Muslim."[6][7] Komentar itu mendapat perhatian internasional dan dikritik sebagai hal yang sangat tidak peka, dan rasis, dan begitu simpatik dengan pandangan pelaku. Pada 18 Maret 2019, sebuah petisi yang menyerukan pengusirannya dari parlemen Australia telah mengumpulkan 1,2 juta tanda tangan, meskipun tidak ada mekanisme untuk pengusiran semacam itu di bawah hukum Australia.[8][9]

Pada 16 Maret, Anning dilempar telur pada bagian belakang kepalanya oleh seorang lelaki berusia 17 tahun ketika sedang berbicara kepada media dan para pendukungnya di sebuah gudang industri yang tidak digunakan di pinggiran Melbourne tepatnya di Moorabbin. Anning kemudian memukul wajah remaja itu dua kali, yang kemudian dilerai oleh beberapa pendukung Anning, yang salah satunya menahan pemuda itu dalam cengkeraman sampai polisi tiba dan membawa remaja itu pergi. Remaja itu juga ditendang dan ditinju beberapa kali saat ditahan di tanah, seorang pendukung Anning memanggilnya "tidak lain adalah manusia yang lemah."[10][11][12] Remaja tersebut ditahan oleh polisi, tetapi kemudian dilepaskan tanpa tuntutan. Perilaku Anning dan para pendukungnya sedang diselidiki.[13][10]

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison kemudian mengkritik Anning atas insiden tersebut, dan berpendapat "kekuatan penuh hukum" harus diterapkan pada senator.[14]

ReferensiSunting

  1. ^ Remeikis, Amy (27 September 2017). "One Nation's next-in-line senator mired in legal proceedings since April 2016". The Guardian. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 November 2017. Diakses tanggal 10 November 2017. 
  2. ^ Doran, Matthew; Belot, Henry; Probyn, Andrew (25 Oktober 2018). "Fraser Anning dumped from Katter's Australian Party for views on race, non-European migration". ABC News (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-10-25. Diakses tanggal 25 Oktober 2018. 
  3. ^ Quinn, Liam (15 Maret 2019). "Australian Senator Fraser Anning condemned for 'contemptible' comments on Christchurch terror attack". Fox News. Diakses tanggal 15 Maret 2019. 
  4. ^ Noack, Rick (15 Maret 2019). "Right-wing Australian senator blames 'immigration' for New Zealand mosque attacks". The Washington Post. Diakses tanggal 15 Maret 2019. 
  5. ^ Morris, James (15 Maret 2019). "Fraser Anning sparks outrage over New Zealand shooting remarks: Far-right Australian senator links mosque massacre to 'growing fears of Muslim presence'". Evening Standard. Diakses tanggal 15 Maret 2019. 
  6. ^ Bedo, Stephanie (15 Maret 2019). "Politician lashes out at Muslims after Christchurch shootings: 'They are the perpetrators'". News.com.au. Diakses tanggal 15 Maret 2019. 
  7. ^ Fury as Australian senator blames Christchurch attack on Muslim immigration, The Guardian, 16 Maret 2019
  8. ^ https://www.theguardian.com/australia-news/2019/mar/16/australian-senator-fraser-anning-punches-teen-after-being-egged
  9. ^ https://www.smh.com.au/politics/federal/more-than-800-000-sign-petition-to-have-anning-removed-from-parliament-20190316-p514rl.html
  10. ^ a b staff, Guardian (2019-03-16). "Australian Senator Fraser Anning punches teen after being egged". The Guardian (dalam bahasa Inggris). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2019-03-16. 
  11. ^ "Fraser Anning Filmed Hitting A Young Protester Who Egged Him In Melbourne". junkee.com. 16 March 2019. Diakses tanggal 16 March 2019. 
  12. ^ "Fraser Anning punches teen after being egged while speaking to media in Melbourne". ABC News. 16 March 2019. Diakses tanggal 16 March 2019. 
  13. ^ "Bloomberg - Are you a robot?". www.bloomberg.com. Diakses tanggal 2019-03-18. 
  14. ^ Karp, Paul (2019-03-17). "'Full force of the law' should apply to Fraser Anning after egging incident, Morrison says". The Guardian (dalam bahasa Inggris). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2019-03-18. 

Pranala luarSunting