Buka menu utama

Fethullah Gülen atau yang akrab disapa Hocaefendi (lahir di Korucuk, Erzurum, Turki, 27 April 1941; umur 78 tahun) adalah seorang ulama kharismatik dan paling berpengaruh di Turki.[butuh rujukan] Pada 2008 Majalah paling populer di Amerika, Foreign Policy Magazine bahkan menobatkannya sebagai orang nomor satu dari 100 tokoh paling berpengaruh di dunia.[butuh rujukan]

Fethullah Gülen
Hocaefendi

Fethullah Gülen
Fetullahgulen.png
Nama dan Gelar
Nama
NamaFethullah Gülen
Kelahirannya
Tanggal lahir (M)27
Bulan lahir (M)April
Tahun lahir (M)1941
Tempat lahirErzurum
Negara lahir
(penguasa wilayah)
 Turki
Usia (Tahun hijriyah)
Usia (Tahun masehi)
± 78 Tahun
Agama, Identitas, Kebangsaan
Agama: Islam (Muslim)
Kewarganegaraan
Kewarganegaraan Turki
Panduan Infobox

Pendidikan dasarnya dimulai sejak ia tinggal di daerah asalnya Erzurum. Sejak belia ia sudah menghafal al Qur’an dan belajar Ilmu Agama di sejumlah Madrasah. karier pertamanya sebagai seorang da’i bahkan telah dimulai sejak usianya 14 tahun. Ia juga secara autodidak mempelajari berbagai disiplin ilmu lain terutama Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial seperti fisika, kimia, biologi, geografi, filsafat, juga kesusastraan Timur dan Barat.[butuh rujukan]

Kini meski ia tinggal di kota Pennsylvania - Amerika, gerakan-gerakannya serta pemikiran-pemikirannya telah tersebar ke seluruh penjuru dunia.[butuh rujukan] Ajarannya tentang Hizmet (pelayanan terhadap umat manusia), telah menarik perhatian sejumlah pendukungnya di Turki, Asia Tengah, juga tokoh-tokoh penting lainnya di berbagai penjuru dunia.[butuh rujukan]

Gülen dipandang mengajarkan Islam Sunni-Hanafi) yang moderat, mirip dengan pengajarannya Said Nursi. Gülen mengutuk terorisme,[1] mendukung dialog lintas-agama, dan memprakarsai dialog semacam itu dengan Vatikan dan beberapa organisasi Yahudi.[2]

Namun dalam konteks Turki, Gülen dianggap masih tampil sebagai sosok konservatif dan taat agama. Misalnya, ia mendukung hak perempuan untuk memakai hijab,[3] dan para pengikutnya yang perempuan biaanya memang mengenakan hijab.[4] Watak jaringannya yang privat dan independen, menimbulkan kecurigaan dari beberapa penganut sekuler Turki [5] yang ketakutan dan menganggapnya sedang membangun kekuatan politik.[6] Pada Tanggal 16 Juli 2016 dini hari terjadi kudeta di Turki dan Gülen disebut-sebut sebagai tokoh utama dibalik aksi kudeta ini.[butuh rujukan]

ReferensiSunting