Buka menu utama

Festival Film Dokumenter Yogyakarta (dalam Bahasa Inggris Yogyakarta Documentary Film Festival), selanjutnya disebut FFD Yogyakarta adalah festival film dokumenter yang diadakan setiap tahun di Yogyakarta, Indonesia. Diadakan sejak 2002, FFD Yogyakarta merupakan festival film dokumenter pertama di Asia Tenggara, yang mengundang penonton dan pengunjung untuk belajar tentang genre dokumenter.

Festival Film Dokumenter Yogyakarta
LokasiYogyakarta, Indonesia
Didirikan2002
BahasaInternasional
Situs web resmi

FFD Yogyakarta dihelat pada minggu kedua Desember dan diselenggarakan oleh Forum Film Dokumenter (sebelumnya dikenal sebagai Komunitas Dokumenter). [1] FFD Yogyakarta menyelenggarakan sejumlah program festival, seperti Kompetisi, Pemutaran (Perspektif & Spektrum), Parsial, Edukasi (School Docs & Masterclass), dan Diskusi.

Dalam program kompetisi, FFD Yogyakarta melombakan tiga kategori, yakni: Dokumenter Panjang, Dokumenter Pendek, dan Dokumenter Pelajar.

SejarahSunting

Festival Film Dokumenter sudah berjalan selama 14 tahun. Festival yang pertama kali muncul di tahun 2002 ini telah bejalan terus menerus di setiap akhir tahun. Dengan jumlah penonton yang fluktuatif festival ini terus mempertahankan eksistensinya. Bertahan dengan segmen yang terbatas, festival ini tetap berjalan dengan dinamikanya. Memilih genre dokumenter sebagai fokus dalam Festival Film Dokumenter menjadikan penyelenggaraan tersebut sebagai sarana untuk memandang permasalahan sosial dengan lebih jernih melalui media film. Pesan yang dibawa dalam film maupun festival dapat disampaikan dengan baik jika festival ini mudah diakses oleh masyarakat umum. Ruang yang tidak membatasi akses publik dapat memudahkan penyampaian pesan kepada khalayak umum. Mulai ditampilkannya tema secara jelas di Festival Film Dokumenter adalah saat festival di tahun 2013 yaitu No Bond No Boundaries. Tema tersebut menggambarkan bagaimana dalam festival ini batas-batas menjadi samar, dan ikatan-ikatan menjadi lebih longgar. Setelah itu berturut-turut festival ini menampilkan temanya yaitu Journey, Re-defining, dan Displacement. Festival ini di setiap tahunnya memiliki daya tarik yang membuat para pecinta film mau menyempatkan waktu untuk datang ke festival ini.

DampakSunting

Di lain pihak, Festival Forum Dokumenter menciptakan ruang bagi publik untuk mendiskusikan permasalahan bersama melalui penciptaan ruang-ruang diskusi. Berbagai medium yang dipilih oleh festival, dihadirkan untuk memicu pertanyaan orang-orang yang hadir di festival ini. Melalui program-program diskusi, pertanyaanpertanyaan tersebut dapat didiskusikan bersama sebagai respons terhadap isu yang diangkat. Opini publik dibentuk melalui berbagai medium dan proses diskusi yang mengedepankan pendapat-pendapat rasional. Bentuk ruang yang sederhana ataupun jumlah tamu yang tidak terlalu berlebihan, memberikan keuntungan lain bagi proses pembentukan opini yang lebih efektif. Pertemuan fisik yang merupakan syarat dari pembentukan opini publik dalam ruang ini, juga memberikan keuntungan bagi para peserta untuk menciptakan diskusi dan pembentukan opini publik yang lebih berkualitas. Oleh sebab itu, ruang seperti Festival Film Dokumenter masih dibutuhkan, selain sebagai ruang untuk menciptakan opini publik yang mementingkan kebaikan bersama, tetapi juga sebagai ruang yang menawarkan wacana alternatif bagi masyarakat.

PenghargaanSunting

Penghargaan Festival Film Dokumenter Yogyakarta diberikan untuk:

  • Film Dokumenter Indonesia Terbaik Kategori Panjang
  • Film Dokumenter Indonesia Terbaik Kategori Pendek
  • Film Dokumenter Indonesia Terbaik Kategori Pelajar
  • Film Dokumenter Terfavorit Pilihan Juri Komunal

ReferensiSunting

  1. ^ Kompetisi Film Dokumenter Kembali Di Gelar (dalam bahasa Indonesia). Kedaulatan rakyat. 2012. Diakses pada 2012-07-05.

Pranala luarSunting