Buka menu utama

Prof. Dr. Faruk Tripoli, S.U. (lahir di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 10 Februari 1957; umur 62 tahun) adalah pakar di bidang ilmu budaya serta guru besar Universitas Gadjah Mada. Ia merupakan pengajar Fakultas Ilmu Budaya yang secara resmi mendapatkan persetujuan dari Mendiknas sebagai professor pada 1 Juni 2008.[1]

Faruk Tripoli
Prof Faruk UGM.jpg
Lahir10 Februari 1957 (umur 62)
Bendera Indonesia Banjarmasin, Kalimantan Selatan
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
AlmamaterUniversitas Gadjah Mada
PekerjaanPengajar
Dikenal atasAhli budaya

RiwayatSunting

Prof. Dr. Faruk dilahirkan di Banjarmasin pada tanggal 10 Februari 1957. Pendidikannya mulai sekolah dasar sampai dengan sekolah menengah atas ia selesaikan di kota kelahirannnya, Banjarmasin. Tempat sekolahnya masing-masing di SD Swadesi (lulus tahun 1969), SMP Seroja (lulus tahun 1972), dan SMAN 1 (lulus tahun 1975). Setelah lulus SMA, ia meninggalkan kota kelahirannya menuju Yogyakarta untuk melanjutkan kuliah di Fakultas Sastra dan Kebudayaan, UGM, dan lulus tahun 1981. Tahun 1985 ia melanjutkan program S-2 di Fakultas Pascasarjana Universitas Gadjah Mada dan lulus tahun 1988. Kemudian, ia melanjutkan program S-3 juga di Fakultas Pascasarjana Universitas Gadjah Mada dan lulus tahun 1994.

Pengalamannya sebagai dosen dimulai dengan tugasnya sebagai asisten ahli madya di Fakultas Sastra/Ilmu Budaya, UGM, tahun 1983--1985. Pada tahun 1986—sampai sekarang ia menjadi dosen di Fakultas Sastra/Ilmu Budaya, UGM. Ia diangkat menjadi Guru Besar di Fakultas Sastra/Ilmu Budaya, UGM, tahun 2009.

Selain menjadi dosen di Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra/Ilmu Budaya, UGM, Faruk juga pernah mengajar di Hankuk University of Foreign Studies, Seoul, Korea Selatan (2007—2009) serta aktif melakukan penelitian (1998—2009). Faruk juga sering tampil sebagai pemakalah, narasumber, dan penanggap dalam kegiatan ilmiah, baik bahasa, sastra, maupun budaya.

Jabatan yang pernah diembannya pejabat sementara Kepala Pusat Studi Kebudayaan, UGM (2000—20001), Kepala Pusat Studi Kebudayaan, UGM (2001—2003), pejabat sementara Kepala Pusat Studi Kebudayaan, UGM (2003—2005), dan Kepala Program Studi Ilmu Sastra, Fakultas Ilmu Budaya, UGM (2011—sekarang).

ReferensiSunting

  1. ^ Upacara untuk "Profesor Nyinyir" - indonesiaartnews.or.id. Diakses 31 Januari 2014.

Pranala luarSunting