Etnologi adalah salah satu cabang ilmu antropologi budaya.[1] Bahasan utamanya mengenai asas kemanusiaan dalam kebudayaan berbagai suku bangsa.[2] Informasi diperoleh melalui pencatatan secara rinci terhadap suatu kebudayaan di masa lalu dan masa kini.[3] Lingkup utamanya adalah penyebab perbedaan pola pikir dan pola perilaku individu dalam suatu kebudayaan.[4] Etnologi telah digunakan dalam pengembangan teori-teori komunikasi.[5] Selain itu, etnologi juga digunakan dalam ilmu antropologi sosial budaya.[6]

MetodeSunting

Etnologi menggunakan asas kemanusiaan sebagai pembentuk keilmuannya. Asas ini utamanya berkaitan dengan kajian budaya dari berbagai suku bangsa. Pengetahuan mengenai kebudayaan dibentuk melalui pengamatan berulang kali terhadap penyebaran beragam suku bangsa pada masa tertentu. Data yang dikumpulkan berupa informasi mengenai sejarah perkembangan identitas dari suku-suku yang berpindah-pindah tempat.[2]

Etnologi lebih mengutamakan pencarian informasi tentang nilai budaya dan karakter manusia dari suku-suku yang telah ada di masa kini dibandingkan dengan yang ada di masa lampau. Informasi diperoleh secara rinci melalui catatan-catatan yang ada. Catatan ini berasal dari informasi awal dari kebudayaan suku bangsa yang akan diteliti. Dalam pelaksanaannya diterapkan ilmu etnografi.[3]

Lingkup IlmuSunting

Ruang lingkup etnologi adalah tentang hal-hal yang menciptakan perbedaan pola pikir dan perilaku individu pada masa lalu dan masa kini serta penyebabnya. Pola pikir dan pola perilaku ini meliputi ritual pernikahan, ekonomi, politik dan agama. Selain itu, etnologi juga membahas tentang perbedaan pola perilaku dalam tradisi lisan, kesenian pada masa lalu dan masa kini. Etnologi juga mengkaji tentang perubahan kebudayaan akibat perkembangan kebudayaan itu sendiri atau pengaruh dari kebudayaan lain.[4]

FungsiSunting

Etnologi telah digunakan dalam mengembangkan teori-teori komunikasi.[5] Penggunaannya terutama dalam bidang komunikasi lintas budaya dan komunikasi antarbudaya. Selain itu, etnologi juga melandasi penemuan teori-teori tentang pengalaman dan interpretasi dalam bidang etnografi. Hal ini kemudian digunakan dalam memahami tindakan suatu kelompok masyarakat atau kebudayaan.[7]

Etnologi juga digunakan dalam ilmu antropologi sosial dan antropologi budaya. Penggunaan etnologi membuat para peneliti tidak perlu secara langsung berada di lokasi penelitian. Mereka hanya perlu melakukan studi perbandingan terhadap berbagai tradisi dan kebudayaan dengan memanfaatkan literatur keilmuan.[6]

ReferensiSunting

  1. ^ Satria et al. 2020, hlm. 54.
  2. ^ a b Nurmansyah, Rodliyah, dan Hapsari 2019, hlm. 9–10.
  3. ^ a b Nurmansyah, Rodliyah, dan Hapsari 2019, hlm. 10.
  4. ^ a b Satria et al. 2020, hlm. 55.
  5. ^ a b Rejeki 2010, hlm. 60.
  6. ^ a b Satria et al. 2020, hlm. 60.
  7. ^ Rejeki 2010, hlm. 52.

Daftar PustakaSunting

Nurmansyah, G., Rodliyah, N., dan Hapsari, R. A. (September 2019). Pengantar Antropologi: Sebuah Ikhtisar Mengenal Antropologi. Bandar Lampung: CV. Anugrah Utama Raharja. ISBN 978-623-211-107-3. 

Rejeki, MC Ninik Sri (Juni 2010). "Perspektif Antropologi dan Teori Komunikasi: Penelusuran Teori-teori Komunikasi dari Disiplin Antropologi". Jurnal Ilmu Komunikasi. 7 (1): 41–60. doi:10.24002/jik.v7i1.195. ISSN 2548-8643. 

Satria; et al. (2020). "Landasan Antropologi Pendidikan dan Implementasinya Dalam Pembangunan Indonesia". Indonesian Journal of Social Science Education. 2 (1): –. ISSN 2655-6278.