Etimologi rakyat atau etimologi populer adalah perubahan analogis dalam bentuk kata atau frasa yang terjadi sebagai akibat penggantian bentuk kebahasaan yang kurang dikenal dengan unsur yang dianggap lebih lazim.[1][2][3] Inovasi jenis ini mengambilalihkan suatu formasi asing dengan memberinya bentuk yang lebih jelas bagi bahasawan, tanpa memperhatikan sifat semantisnya; misalnya nama Carpentier dijadikan "sekar pace".[4]

Dalam pengertian lain, istilah "etimologi rakyat" (atau "keratabasa"[5]) juga merujuk kepada sikap menjelaskan asal usul perkataan berdasarkan kemiripan formal yang ditemukan dalam bahasa, tanpa menggunakan metode ilmiah yang diterapkan oleh ilmu linguistik.[6]

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Kridalaksana (2013), hlm. 59
  2. ^ Sihler (2000), hlm. 86
  3. ^ Trask (2000), hlm. 124
  4. ^ Kridalaksana (2013), hlm. 59
  5. ^ Ensiklopedi kebahasaan Indonesia. 2. Bandung: Penerbit Angkasa. 2009. hlm. 602. 
  6. ^ Cieńkowski (1972), hlm. 51-53

KepustakaanSunting