Endemi (epidemiologi)

(Dialihkan dari Endemik (epidemiologi))

Dalam epidemiologi, suatu infeksi dikatakan endemi (dari bahasa Yunani ἐν en "di, dalam" and δῆμος demos "penduduk") dalam suatu populasi ketika infeksi itu terus-menerus bertahan pada tingkat dasar di wilayah geografis tertentu tanpa masukan eksternal.[1] Sebagai contoh, cacar air bersifat endemik di Inggris, tetapi malaria tidak. Setiap tahun, ada beberapa kasus malaria yang dilaporkan di Inggris, tetapi hal ini tidak menyebabkan penularan berkelanjutan dalam populasi karena kurangnya vektor yang cocok (nyamuk dari genus Anopheles).

Perbedaan antara wabah, endemi, epidemi, dan pandemi, pola penyakit yang dipelajari dalam epidemiologi.

Meskipun mungkin umum untuk mengatakan bahwa AIDS merupakan "endemik" di banyak negara Afrika, yang berarti ditemukan di suatu daerah, ini adalah penggunaan kata dalam bentuk etimologis, bukan epidemiologis atau ekologis. Kasus AIDS di Afrika meningkat, sehingga penyakit ini tidak dalam kondisi mapan endemik. Penyebaran AIDS di Afrika bisa disebut epidemi atau bahkan pandemi, dalam pengertian teknis.[2][3]

ReferensiSunting

  1. ^ "Principles of Epidemiology in Public Health Practice, Third Edition An Introduction to Applied Epidemiology and Biostatistics". Centers for Disease Control and Prevention. Diakses tanggal 19 April 2018. 
  2. ^ "HIV and AIDS in East and Southern Africa regional overview". AVERT (dalam bahasa Inggris). 20 July 2015. 
  3. ^ Eisinger R, Fauci S (2018). "Ending the HIV/AIDS Pandemic". Emerg Infect Dis. 24 (3): 413–416. doi:10.3201/eid2403.171797 . PMID 29460740.