Drainase

syarat sistem drainase

Drainase atau pengatusan adalah pembuangan massa air secara alami atau buatan dari permukaan atau bawah permukaan dari suatu tempat. Pembuangan ini dapat dilakukan dengan mengalirkan, menguras, membuang, atau mengalihkan air.[1] Drainase merupakan bagian penting dalam penataan sistem air di bidang tata ruang.

Drainase di bawah tanah kota Sydney di New South Wales, Australia

Dalam lingkup rekayasa sipil, drainase dibatasi sebagai serangkaian bangunan air yang berfungsi untuk mengurangi dan/atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan, sehingga lahan dapat difungsikan secara optimal sesuai dengan kepentingan. Dalam tata ruang, drainase berperan penting untuk mengatur aliran air untuk mencegah genangan air dan banjir. Drainase juga bagian dari usaha untuk mengontrol kualitas air tanah dengan menggunakan bantuan sumur resapan.

JenisSunting

Dalam bidang tata ruang, drainase terbagi menjadi:[2]

  • Jaringan drainase primer, untuk menampung dan mengalirkan air lebih dari saluran drainase sekunder dan menyalurkan ke badan air penerima.
  • Jaringan drainase sekunder, untuk menampung air dari saluran drainase tersier dan membuang air tersebut ke jaringan drainase primer.
  • Jaringan drainase tersier, untuk menerima air dari saluran penangkap dan menyalurkannya ke jaringan drainase sekunder.

PermasalahanSunting

Manajemen sampah yang tidak bagus dapat menyebabkan tersumbatnya sistem drainase, yang bisa menyebabkan meluapnya air akibat berkurangnya debit air yang dapat ditampung dan disalurkan oleh drainase.

Pertambahan jumlah penduduk juga menjadi masalah sendiri bagi daya tampung drainase. Meningkatnya jumlah penduduk berarti bertambahnya infrastruktur, yang diiringi oleh bertambahnya jumlah limbah yang dikeluarkan ke lingkungan.

ReferensiSunting

Lihat pulaSunting

Pranala luarSunting