Buka menu utama

Dobrosav "Dobrica" Ćosić (bahasa Serbia: Добрица Ћосић, pengucapan bahasa Serbia: [dɔ̂brit͡sa t͡ɕɔ̌ːsit͡ɕ]; lahir 29 Desember 1921 – meninggal 18 Mei 2014 pada umur 92 tahun) adalah seorang politikus, penulis, dan ahli teori politik asal Serbia. Ia adalah presiden pertama Republik Federal Yugoslavia dari tahun 1992 sampai 1993. Para pengagumnya sering menyebut dirinya sebagai "Bapak Bangsa", karena pengaruhnya pada politik Serbia modern dan gerakan kebangkitan nasional di akhir 1980-an.[1]

Dobrica Ćosić
S.Kragujevic, Dobrica Cosic 1961.JPG
Dobrica Ćosić pada tahun 1961
Presiden Republik Federal Yugoslavia
Masa jabatan
15 Juni 1992 – 1 Juni 1993
Perdana MenteriAleksandar Mitrović (penjabat)
Milan Panić
Radoje Kontić
PendahuluJabatan baru
PenggantiZoran Lilić
Sekretaris Jenderal Gerakan Non-Blok
Masa jabatan
15 Juni 1992 – 7 September 1992
PendahuluBranko Kostić
PenggantiSoeharto
Informasi pribadi
LahirDobrosav Ćosić
(1921-12-29)29 Desember 1921
Velika Drenova, Kerajaan Yugoslavia
Meninggal dunia18 Mei 2014(2014-05-18) (umur 92)
Beograd, Serbia
Sebab kematianPenyebab alami
MakamPemakaman Baru, Beograd
KebangsaanSerbia
Penghargaan sipilPenghargaan NIN (1954, 1961)
Medali Pushkin (2010)

Selama dan setelah Perang YugoslaviaSunting

Pada tahun 1992, ia menjadi Presiden Republik Federal Yugoslavia, yang terdiri dari Serbia dan Montenegro. Pada Malam Natal Ortodoks Timur pada Januari 1993, Ćosić muncul di televisi Serbia untuk mengingatkan tuntutan "kapitulasi nasional" yang datangnya dari Barat. "Jika kita tidak menerima, kita akan dimasukkan ke dalam kamp konsentrasi dan menghadapi serangan tentara yang paling kuat di dunia". Kekuatan-kekuatan luar, katanya, bertekad untuk mengsubordinasikan "orang-orang Serbia di bawah hegemoni Muslim."[2] Pada tahun berikutnya, Ćosić berbalik melawan Slobodan Milošević, dan meletakkan jabatannya karena alasan itu.

Pada tahun 2000, Ćosić bergabung denga Otpor!, sebuah organisasi bawah tanah anti-Milošević. Pada tahun 2010, ia menyatakan dukungannya atas Tentara Serbia Bosnia di bawah komando Ratko Mladić selama Perang Bosnia.[3]

Pada tahun 2011, sebuah tipuan internet menyebabkan sebuah televisi Serbia yang dikelola oleh negara mengumumkan hal yang salah, yakni Ćosić dianugerahi Hadiah Nobel Sastra. Hadiah Nobel tersebut sebenarnya dimenangkan oleh Tomas Tranströmer.[4]

ReferensiSunting

Jabatan politik
Didahului oleh:
Jabatan baru
Presiden Republik Federal Yugoslavia
1992–1993
Diteruskan oleh:
Zoran Lilić
Jabatan diplomatik
Didahului oleh:
Branko Kostić
Sekretaris Jenderal Gerakan Non-Blok
1992
Diteruskan oleh:
Soeharto