Buka menu utama

Djamaluddin Tamin (lahir di Koto Gadang, Agam, Sumatra Barat, Hindia Belanda, 18 Desember 1900) adalah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia. Dia memperoleh pendidikan Inlandsche School dan kemudian melanjutkan ke sekolah agama Sumatra Thawalib, Padang Panjang. Setamat sekolah, ia mengajar disini, dan berkenalan dengan aliran Komunis pada tahun 1922.[1] Djamaluddin kemudian menjadi salah satu aktivis kiri yang rajin menulis, dan sering keluar masuk penjara.

Djamaluddin Tamin
Lahir18 Desember 1900
Bendera Belanda Koto Gadang, Agam, Hindia Belanda
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
PekerjaanPolitisi
Dikenal atasPejuang kemerdekaan Indonesia

AktivitasSunting

Pada bulan Desember 1923, dia menulis di koran Pemandangan Islam atas penangkapan para aktivis kemerdekaan Indonesia. Atas tulisan tersebut, enam bulan kemudian ia dijatuhi hukuman dan masuk penjara Cipinang selama lima belas bulan. Pada tanggal 2 Juni 1927 bersama Tan Malaka dan Subakat, ia mendirikan Partai Republik Indonesia (PARI) di Bangkok, Thailand. Partai ini bertujuan untuk membentuk jaringan proletar se-Asia Tenggara dan Australia. Tamin bertanggung jawab atas kegiatan PARI di Hindia Belanda, Malaysia, dan Singapura. Karena dianggap menentang pemerintahan Inggris, tanggal 13 September 1932 ia ditahan di Singapura, dan kemudian dibawa ke Batavia untuk diserahkan kepada pemerintah Hindia Belanda. Disini dia dipenjara beberapa bulan, sebelum akhirnya dibuang ke Boven Digul.[2] Setelah Jepang mendarat di Indonesia, Tamin beserta tahanan Digul lainnya dipindahkan ke Brisbane, Australia. Disini pada tanggal 21 September 1945, mereka membentuk Komite Indonesia Merdeka (KIM), dengan Tamin sebagai ketuanya.[3]

ReferensiSunting

  1. ^ Mestika Zed; Kepialangan, Politik, dan Revolusi: Palembang, 1900-1950; 2003
  2. ^ Audrey R. Kahin, Dari Pemberontakan ke Integrasi: Sumatra Barat dan Politik Indonesia, 1926-1998; Yayasan Obor Indonesia, 2005
  3. ^ Molly Bondan, Spanning A Revolution, Yayasan Obor Indonesia