Buka menu utama

Mayor Jenderal TNI (Purn.) dr. Daniel Tjen, Sp.S. (lahir di Pulau Bangka, Bangka Belitung, 25 Juni 1957; umur 62 tahun) adalah seorang Purnawirawan tentara Indonesia berdarah Tionghoa. Jenderal bertinggi badan 168 cm itu terlahir dari orang tua keturunan Tionghoa.[1] Mendiang ayahnya, Tjen D. Tjoeng, adalah salah seorang karyawan di pabrik timah di Pulau Bangka. Di antara enam bersaudara, Daniel adalah satu-satunya yang memilih jalan hidup yang out of the box’. Yakni, menjadi tentara. Lima saudaranya, sebagaimana umumnya warga Tionghoa, menjadi pedagang atau pekerja di perusahaan swasta. Hingga SMA, bapak dua anak itu masih tinggal di pulau yang berada di pesisir timur Sumatra Selatan tersebut. Baru ketika kuliah, dia melanjutkan pendidikan dokter di Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA).[2][3]

Daniel Tjen
Kapuskes TNI Daniel Tjen.jpg
Informasi pribadi
Lahir25 Juni 1957 (umur 62)
Bendera Indonesia Pulau Bangka, Bangka Belitung
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
Partai politikNon partisipan
Anak2
Alma materSepawamil (1985)
PekerjaanTentara
Dokter
Dinas militer
Pihak Indonesia
Dinas/cabangLambang TNI AD.png TNI Angkatan Darat
Masa dinas1985–2015
PangkatPdu mayjendtni staf.png Mayor Jenderal TNI
SatuanCorps Kesehatan Militer (CKM)

KarierSunting

Seiring perjalanan waktu, dunia militer justru menarik perhatian Daniel. Tepatnya sesaat setelah dia lulus pendidikan dokter pada 1984. Ketika itu, Daniel melihat sejumlah seniornya sukses masuk menjadi tentara melalui jalur wamil (wajib militer). Daniel pun ikut mendaftar Tentara lewat jalur wamil pada 1984. Setahun kemudian, dia lulus sekolah calon perwira (secapa) dan mendapat tugas pertama di Kodam IX/Udayana. Tepatnya di Yonif 744 yang bermarkas di Lospalos, Timor Timur (sekarang Timor Leste). Dia langsung bertugas dalam operasi militer. Daniel bertugas selama 2,5 tahun di kota berpenduduk sekitar 28 ribu jiwa itu. Selanjutnya, dia pindah tugas ke ibu kota Timor Leste, Dili. Selama sekitar 3,5 tahun dia bertugas di wilayah yang kemudian lepas dari RI pada 1999 tersebut. Selepas dari Timor Leste, Daniel menjalani tour of duty jabatan dan penugasan. Dia sempat bertugas di Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), di Kodam III/Siliwangi, hingga akhirnya di Direktorat Kesehatan Angkatan Darat. Dengan cepat, menjabat wakil direktur kesehatan AD, lalu promosi menjadi wakil kepala pusat kesehatan (Wakapuskes) TNI. Di jabatan itulah pangkat kemiliteran Daniel naik menjadi bintang satu Brigadir Jenderal (Brigjen). Mulai November 2014 sampai 24 April 2015, resmi menjabat Kapuskes TNI.[4][5]

ReferensiSunting