Cumi-cumi vampir

Vampire squid
Vampire des abysses.jpg
Cumi-cumi vampir dewasa
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Subkelas:
Superordo:
Ordo:
Subordo:
Famili:
Genus:
Vampyroteuthis

Chun, 1903
Spesies:
V. infernalis
Nama binomial
Vampyroteuthis infernalis
Chun, 1903
Sinonim
  • Cirroteuthis macrope
    Berry, 1911
  • Vampyroteuthis macrope
    (Berry, 1911)
  • Melanoteuthis lucens
    Joubin, 1912
  • Watasella nigra
    Sasaki, 1920
  • Danateuthis schmidti
    Joubin, 1929
  • Hansenoteuthis lucens
    Joubin, 1929
  • Melanoteuthis schmidti
    Joubin, 1929
  • Melanoteuthis beebei
    Robson, 1929
  • Retroteuthis pacifica
    Joubin, 1929
  • Melanoteuthis anderseni
    Joubin, 1931

Cumi-cumi vampir adalah jenis Sefalopoda yang di di laut dalam. Nama cumi-cumi vampir dalam bahasa Latin adalah "Vampyroteuthis infernalis" yang kurang lebih berarti "cumi-cumi vampirdari neraka". Nama itu diberikan karena penampilannya yang sekilas aneh dan menyeramkan. Cumi-cumi ini berukuran 30 cm (cukup besar untuk ukuran cumi-cumi) dan memiliki warna merah terang. Cumi-cumi ini dapat ditemukan di kedalaman 600–1000 m. Hewan ini pertama kali ditemukan tahun 1903 dan mulanya dikelirukan sebagai gurita (octopus). Penampilan aneh cumi-cumi vampir membuat mereka terkenal di kalangan para ilmuwan. Cumi-cumi ini bertubuh tambun, tidak seperti cumi-cumi lainnya yg bertubuh runcing seperti torpedo. Pada bagian ekornya terdapat sepasang sirip yang bentuknya mirip kuping dan bergerak menggelombang secara lambat. Di dekat sirinya juga terdapat sepasang organ bercahaya yang hanya dinyalakan untuk kamuflase. Lengannya terhubung oleh selaput berdaging sehingga jika direntangkan tampak seperti corong berselimut. Ia memiliki sepasang mata berwarna ungu, namun matanya nyaris tidak berguna karena ia hidup di kegelapan abadi. Untuk mendeteksi keadaan sekitarnya, cumi-cumi ini memiliki sepasang benang kuning di sisi tubuhnya yang berfungsi sebagai organ sensor terhadap musuh dan mangsanya.

DeskripsiSunting

Cumi-cumi ini memiliki cara adaptasi yang luar biasa terhadap lingkungannya. Di kedalaman tempat ia hidup, tidak ada sinar matahari yang bisa masuk sehingga nyaris tidak ada tanaman laut penghasil oksigen di sana. Agar bisa mendapat oksigen secara maksimal, ia merentangkan tentakelnya yang berselaput untuk menjaring oksigen sebanyak mungkin. Lebih lanjut, untuk mengurangi pemakaian oksigen berlebihan, cumi-cumi ini bergerak dan bermetabolisme amat lambat. Untuk makan, cumi-cumi ini berburu secara pasif, yaitu hanya dengan merentangkan tentakelnya lebar-lebar dan membiarkan mangsanya terjebak di tentakelnya, lalu menelannya. Makanan utamanya adalah hewan-hewan kecil laut dalam seperti kopepoda, ikan kecil, dan ubur-ubur. Namun, cumi-cumi ini juga bisa mengejar mangsanya jika perlu.

Selain keunikan tadi, cumi-cumi vampir juga memiliki keunikan dalam mempertahankan diri dari pemangsa. Bila ia merasakan ada pemangsa mendekat, ia segera menyelimuti dirinya dengan tentakelnya sehingga kepalanya tersembunyi. Kemudian cumi-cumi ini menyalakan sepasang organ lampu di ekornya sehingga musuhnya kaget dan bingung karena tiba-tiba melihat sepasang mata berpendar. Cumi-cumi ini kemudian mematikannya secara perlahan sambil berenang menjauh, meninggalkan pemangsanya yg bingung karena tiba-tiba mata yang menatapnya menghilang. Namun jika taktik ini gagal, cumi-cumi ini akan memakai cara terakhir dan paling umum: tinta. Bukan tinta biasa karena tinta ini mengandung bakteri bercahaya. Jika musuhnya sampai menabraknya, cumi-cumi vampir akan langsung menyemprotkan awan tinta bercahaya ke arah musuhnya. Di kegelapan, tinta berwarna terang inibisa sangat menyilaukan dan menimbulkan kebutaan sementara. Cumi-cumi vampir kemudian akan segera bergerak cepat dengan memompa air dari tubuhnya dan melarikan diri.

GaleriSunting

ReferensiSunting

  • Pickford, Grace E. (1949). "Vampyroteuthis infernalis Chun an archaic dibranchiate cephalopod. II.". External anatomy (Dana Report) (32): 1–132.
  • Bolstad, Kat (2003). "Deep-Sea Cephalopods: An Introduction and Overview". (Version of 5/6/03, retrieved 2006-DEC-06.)
  • Ellis, Richard (1996). "Introducing Vampyroteuthis infernalis, the vampire squid from Hell". In Knopf, Alfred A. The Deep Atlantic: Life, Death, and Exploration in the Abyss. New York. ISBN 0-679-43324-4. Retrieved 2007-04-30.
  • Fischer, Jean-Claude; Riou, Bernard (2002). "Vampyronassa rhodanica nov. gen. nov sp., vampyromorphe (Cephalopoda, Coleoidea) du Callovien inférieur de la Voulte-sur-Rhône (Ardèche, France)". Annales de Paléontologie 88 (1): 1–17. doi:10.1016/S0753-3969(02)01037-6. (French with English abstract)

Pranala luarSunting

Gambar-gambarSunting