Carnotaurus

Carnotaurus /ˌkɑːrnˈtɔːrəs/ adalah sebuah genus dinosaurus Theropoda besar yang tinggal di Afrika Selatan selama akhir periode Cretaceous, sekitar 72 sampai dengan 69.9 juta tahun yang lalu. Satu-satunya species ini adalah Carnotaurus sastrei. Diketahui dari penemuan satu kerangka yang terawetkan dengan baik, ini adalah salah satu theropoda dari Belahan Bumi Selatan yang dimengerti dengan baik . Kerangka-kerangka yang ditemukan pada tahun 1984, itu ditemukan di Provinsi Chubut Argentina dari bongkahan batu-batuan di Formasi La Colonia. Di ambil dari bahasa Latin carno [carnis] ("daging") dan taurus ("banteng"), nama Carnotaurus berarti "banteng pemakan daging". Carnotaurus adalah keturunan dari Abelisauridae, sekelompok besar theropoda yang mengisi peran sebagai pemangsa utama di bagian selatan dataran Gondwana selama akhir periode Cretaceous. Hubungan filogenetik Carnotaurus tidak pasti; mungkin lebih dekat ke Majungasaurus lainnya atau Aucasaurus. Carnotaurus memakan daging.

Carnotaurus Edit the value on Wikidata
Carnotaurus 2017.png
Edit the value on Wikidata
Data
Panjang9 m Edit the value on Wikidata
Tinggi3 m Edit the value on Wikidata
Berat1,35 t Edit the value on Wikidata
Taksonomi
KerajaanAnimalia
FilumChordata
KelasReptilia
OrdoSaurischia
FamiliAbelisauridae
GenusCarnotaurus Edit the value on Wikidata
Bonaparte, 1985

Carnotaurus bertubuh ringan, predator bipedal, dengan tinggi antara 8 hingga 9 m (26,2 hingga 29,5 ft) dan berat sekitar 1,35 ton metrik (1,33 ton panjang; 1,49 ton pendek). Sebagai sebuah theropoda, Carnotaurus sangat memiliki perbedaan khas, memiliki tanduk tebal di atas kedua matanya, sebuah fitur yang tak terlihat di semua dinosaurus karnivora lainnya, dan tengkorak yang sangat dalam bertopang pada leher yang berotot. Carnotaurus lebih jauh lagi ditandai oleh kaki depan berukuran kecil dan panjang, serta kaki belakanh yang ramping. Kerangkanya dilindungi oleh paparan kulit yang luas, menunjukkan sebuah mozaik kecil, ukuran yang tidak berlebihan, sekitar diameter 5 mm. Mozaik Mosaik itu diselingi oleh benjolan besar yang berjajar di sisi hewan, dan tidak ada tanda bulu.

Tanduk yang khas dan otot leher mungkin digunakan untuk bertarung melawan hewan sejenis. Menurut kajian terpisah, persaingan antarindividu telah menyebabkan mereka saling bertarung satu sama lain dengan benturan kepala, tekanan perlahan-lahan, melalui bagian atas tengkorak mereka, atau saling menyeruduk satu sama lain, menggunakan tanduk sebagaimana peredam kejut. Kebiasaan makan Carnotaurus tidak jelas: beberapa kajian mengatakan bahwa satwa ini mungkin mengejar mangsanya yang besar seperti sauropoda, sementara kajian lain menemukan, itu memangsa hewan yang relatif lebih kecil. Carnotaurus sangat mudah menyesuakan diri untuk berlari dan mungkin merupakan salah satu theropoda besar tercepat.[1][1][2][2][3]

Lihat pulaSunting

CatatanSunting

  1. ^ a b Candeiro, Carlos Roberto dos Anjos; Martinelli, Agustín Guillermo. "Abelisauroidea and carchardontosauridae (theropoda, dinosauria) in the cretaceous of south america. Paleogeographical and geocronological implications". Uberlândia. Sociedade de Naturaleza. 17 (33): 5–19. 
  2. ^ a b Sampson, Scott D.; Witmer, Lawrence M. (2007). "Craniofacial Anatomy of Majungasaurus crenatissimus (Theropoda: Abelisauridae) From the Late Cretaceous of Madagascar". Journal of Vertebrate Paleontology. 27 (sp8): 95–96. doi:10.1671/0272-4634(2007)27[32:CAOMCT]2.0.CO;2. 
  3. ^ Grillo, O.N.; Delcourt, R. (2016). "Allometry and body length of abelisauroid theropods: Pycnonemosaurus nevesi is the new king". Cretaceous Research. doi:10.1016/j.cretres.2016.09.001. 

Pranala luarSunting