Buka menu utama

Drs. Bustami Narda (lahir di Jorong Sungai Penuh, Nagari Lubuk Ulang Aling Selatan, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat, 29 Desember 1963; umur 55 tahun) adalah seorang penulis, sastrawan, wartawan dan motivator yang menjabat sebagai Direktur Lembaga Kajian dan Konsultasi Komunikasi Republik Indonesia (LK3-RI). Saat ini ia dikenal sebagai seorang penulis dan motivator yang sukses dan telah menghasilkan beberapa karya tulis berupa novel, kumpulan cerpen, buku biografi tokoh dan buku motivasi yang beredar luas di Indonesia.[1]

Bustami Narda
Lahir29 Desember 1963 (umurĀ 55)
Bendera Indonesia Jorong Sungai Penuh, Nagari Lubuk Ulang Aling Selatan, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
AlmamaterSekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik Imam Bonjol, Padang
PekerjaanPenulis, wartawan, motivator
Suami/istriDesmawati
AnakResti Hartika, Benardo Aulia, Sri Rahmi Riantika, Winda Febriatika
Orang tuaNari Dt. Rajo Indo (ayah)
Darama (ibu)

Daftar isi

RiwayatSunting

Kehidupan pribadiSunting

Kehidupan Bustami dimasa kecil sangatlah getir, ia berasal dari keluarga berekonomi lemah. Kedua orangtuanya yang sekarang sudah tiada, Nari Dt. Rajo Indo (ayah) dan Darama (ibu) tidak pernah bersekolah dan bekerja sebagai petani kecil, pendulang emas, pencari rotan dan ikan di daerah pedalaman Solok Selatan, Sumatra Barat. Sejak kecil, ia sudah terbiasa ikut bekerja keras membantu ayahnya bertani, mencari rotan di hutan dan mencari ikan di sungai pada malam hari.

PendidikanSunting

Setelah masuk usia sekolah pada tahun 1972, ia kost di Talantam, kampung tetangga yang berjarak dua jam perjalanan dengan naik sampan di sungai Batang Hari yang deras dan berbatu-batu besar untuk belajar pada sebuah SD partikelir di kampung itu dan pulang ke kampungnya sekali dalam seminggu. Di Talantam ia hanya bersekolah selama dua tahun karena gurunya berhenti mengajar dan ia pun kembali ke kampungnya. Setelah satu tahun tidak bersekolah, ia kembali belajar di SD partikelir yang sudah ada di kampungnya, namun itu pun hanya berlangsung satu tahun karena gurunya juga berhenti mengajar. Kelas IV SD ia teruskan dengan belajar pada SD Negeri Tanah Galo, yang berjarak sekitar 4 jam perjalanan naik sampan dari kampungnya. Pada masa inilah ia kemudian dibawa oleh seorang gurunya ke Nagari Tarung Tarung, Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, Kabupaten Solok, dan menjalani pendidikan SD-nya sampai selesai. Setamat sekolah dasar, ia pun melanjutkan pendidikannya ke SMP Negeri Sungai Lasi, Kabupaten Solok dan selanjutnya ke SMA Negeri I Kota Solok. Setelah menamatkan pendidikan di SMA, ia kemudian menempuh pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (STI. Sospol) Imam Bonjol, Padang, dan mendapatkan gelar sarjananya dari perguruan tinggi itu.[2]

KarierSunting

Bustami Narda mempunyai bakat besar dalam menulis. Ia sudah gemar membaca dan menulis sejak ia duduk di kelas dua SD, sehingga ia sering dimintai tolong oleh kakak-kakak kelasnya untuk membuat surat. Seiring dengan itu, ia pun sangat gemar membaca, sehingga sobekan-sobekan koran pun dibacanya karena kesulitan atau kekurangan bacaan di sekolah. Kegemarannya membaca dan menulis sejak dari usia kanak-kanak itu pun akhirnya melahirkan sebuah novel yang berjudul Bertemu Di Ujung Jalan ketika ia masih duduk di bangku SMP. Di samping bakat menulis, Bustami juga punya bakat berpidato, bahkan ia bisa berpidato tanpa dikonsep namun tetap bisa mengalir dengan baik.

Semasa kuliah di STI. Sospol Imam Bonjol, Padang pada tahun 1986, ia pun menuangkan potensinya sebagai penulis dengan menjadi wartawan di salah satu koran yang terbit di kota Padang. Baru pada tahun 2000 ia mulai lebih menekuni penulisan buku dan pada tahun 2003 ia meluncurkan buku dengan judul Kursi Kekuasaan serta kumpulan cerpen yang berjudul Pinik Gadis Pagai. Selanjutnya, ia pun makin produktif dengan menulis beberapa buku biografi tokoh serta novel dan belakangan ia juga banyak menulis buku motivasi yang berkaitan dengan dunia bisnis dan kewirausahaan. Beberapa bukunya tentang motivasi, seperti Rahasia Bisnis Orang Padang, Menjadi Orang Kaya Raya dan Menjadi Mahasiswa Kaya Raya serta Seni Berkomunikasi saat ini telah beredar di seluruh Indonesia.

Kegiatan Bustami tidak berhenti sebagai penulis, saat ini ia juga aktif sebagai motivator tentang kewirausahaan di kampus-kampus dan di berbagai lingkungan lainnya.

KaryaSunting

Kumpulan CerpenSunting

  • Pinik Gadis Pagai

Novel/Cerita BersambungSunting

  • Bertemu di Ujung Jalan
  • Ketika Hati Berubah
  • Gadis Gunung
  • Gadis Kampung Kecil
  • Tsunami di Tanah Rencong

Buku BiografiSunting

Buku lainSunting

  • Kursi Kekuasaan
  • Kiat Bercinta
  • Komunikasi Dua Arah
  • Mencari Ketenangan Hidup
  • Lubuk Ulang Aling Sepanjang Adat
  • Rahasia Bisnis Orang Padang
  • Menjadi Orang Kaya Raya
  • Menjadi Guru Kaya Raya
  • Menjadi Mahasiswa Kaya Raya
  • Seni Berkomunikasi

OrganisasiSunting

  • Pengurus DPD KNPI Sumbar
  • Pengurus Badko HMI Sumbar-Riau
  • Pengurus KAHMI Sumbar
  • Pengurus PWI Sumbar
  • Pengurus ICMI Sumbar

ReferensiSunting

Pranala luarSunting