Bushido (Kanji: 武士道 "tatacara ksatria") adalah sebuah kode etik kesatriaan golongan Samurai dalam feodalisme Jepang. Bushido berasal dari nilai-nilai moral samurai, sering menekankan beberapa kombinasi dari kesederhanaan, kesetiaan, penguasaan seni bela diri, dan kehormatan sampai mati.

Samurai Jepang dalam zirahnya, 1860an. Foto oleh Felice Beato
Bushidō dalam gaya Reisho Kanji.

Asal usulSunting

Lahir dari Neo-Konfusianisme selama masa damai Tokugawa dan mengikuti teks Konfusianisme, Bushido juga dipengaruhi oleh Shinto dan Buddhisme Zen, yang memungkinkan adanya kekerasan dari samurai yang ditempa dengan kebijaksanaan dan ketenangan.[1]

Samurai sendiri adalah sebuah strata sosial penting dalam tatanan masyarakat feodalisme Jepang. Secara resmi, Bushido dikumandangkan dalam bentuk etika sejak zaman Shogun Tokugawa.[2] Biasanya para samurai dan Syogun rela mempartaruhkan nyawa demi itu, Jika gagal, ia akan melakukan seppuku (harakiri).[3] Bushido sudah dilakukan pada saat Perang Dunia II, yaitu menjadi prajurit berani mati.[4]

Tujuh kebajikan BushidoSunting

Kode Bushido ditandai dengan tujuh kebajikan, yaitu:

Kejujuran ( gi)

Kebenaran (勇氣 yūki)

Berbuat baik ( jin)

Menghormati ( rei)

Kejujuran ( makoto)

Kehormatan (名誉 meiyo)

Loyalitas (忠義 chūgi)

Kebajikan terkaitSunting

  • Kesalehan (孝 ko)
  • Kebijaksanaan (智 chi)
  • Merawat orang tua (悌 tei)

Tokoh yang terkait dengan BushidoSunting

Karakter fiksi yang terkait dengan BushidoSunting

RujukanSunting

  1. ^ "The Zen of Japanese Nationalism," Robert H. Shart, dalam Curators of the Buddha, disunting oleh Donald Lopez, hal. 111
  2. ^ "Japanese Feudal Laws." John Carey Hall, The Tokugawa Legislation, (Yokohama, 1910), hal. 286-319.
  3. ^ Stephen Turnbull. Samurai: The World of the Warrior[pranala nonaktif permanen] Osprey Publishing, 2006
  4. ^ David Powers, Japan: No Surrender in World War Two

Pranala luarSunting