Besut adalah nama salah satu tokoh wayang kulit khas yang berasal dari pakeliran gagrag Jawa Timuran, atau biasanya lebih populer dengan istilah wayang Jekdong. Ia merupakan anak tunggal dari pasangan kekasih Ki Bagong dan Dewi Mulek yang berasal dari Kelurahan Karang Kletak/Klampis Ireng.[1]

Bentuk Fisik sunting

Besut mempunyai bentuk tubuh yang sedikit unik dan aneh. Badannya bulat lonjong, dan memakai peci seperti halnya yang terdapat pada wayang panakawan Jawa Timur lainnya. Bentuk fisiknya hampir mirip dengan Bagong, ayahnya, tetapi dalam ukuran yang relatif lebih mungil, karena ia merupakan representasi dari kalangan anak-anak dan kaum muda.[1]

Kelahiran sunting

Besut terlahir tidak seperti manusia pada umumnya, meskipun Dewi Mulek adalah istri dari Bagong, tetapi Dewi Mulek ialah ibu tiri Besud. Kelahirannya berasal dari tinja Semar, yakni disaat pengembaraan Semar turun dari Kahyangan menuju bumi, maka dari itu Besut dalam pewayangan Jawa Timuran juga dikenal dengan nama Sanghyang Katinja.

Karakter sunting

Besut ialah salah satu panakawan khusus pada pakeliran Jawa Timuran. Sebagai panakawan, kewajibannya ialah untuk menghibur tuannya yang lagi sedih, ia merupakan sosok yang humoris. Meskipun kadang kala juga sering merengek, merajuk, dan menangis sama halnya dengan anak-anak pada umumnya. Tetapi apapun yang dilakukan Besut, ia tetap berpegang teguh pada norma dan tata krama yang ada.

Referensi sunting

  1. ^ a b Christianto, Wisma Nugraha (2003). "Peran dan Fungsi Tokoh Semar-Bagong dalam Pergelaran Lakon Wayang Kulit Gaya Jawa Timuran". Humaniora. 15 (3): 11779. ISSN 0852-0801.