Buka menu utama
Bayi secara naluriah menahan nafas di bawah air

Bayi berenang adalah fenomena bayi dan balita manusia yang secara refleks bisa bergerak di air dan menyesuaikan napas dan detak jantung mereka saat menyelam. Melambatnya detak jantung dan pernapasan disebut respons bradikardik.[1] Tidak benar bahwa bayi dilahirkan dengan kemampuan berenang, meskipun mereka memiliki refleks yang membuat mereka seolah bisa berenang. Bayi masih belum cukup umur untuk menahan nafasnya dengan sengaja dan belum cukup kuat untuk menjaga kepalanya tetap berada di atas air.

Sebagian besar bayi, meskipun tidak semua, akan secara refleks menahan napas mereka ketika mereka menyelam untuk melindungi saluran pernapasan, dan mereka bisa bertahan di bawah permukan air dalam waktu singkat.[2] Bayi juga bisa mengikuti pelajaran berenang. Meskipun pelajaran dapat diberikan untuk mengurangi risiko tenggelam, belum tentu pelatihan bisa menekan risiko bayi tenggelam.[3] Sangat penting untuk diingat bahwa walaupun bayi dapat meniru gerakan dan refleks berenang, mereka masih belum bisa berenang.

ReferensiSunting

  1. ^ Goksor, E.; Rosengren, L.; Wennergren, G. (2002). "Bradycardic response during submersion in infant swimming". Acta Paediatr. 91 (3): 307–312. doi:10.1111/j.1651-2227.2002.tb01720.x. PMID 12022304. 
  2. ^ Pedroso, FS (February 2012). "The diving reflex in healthy infants in the first year of life". Journal of Child Neurology. 27 (2): 168–71. doi:10.1177/0883073811415269. 
  3. ^ Hassal, IB (1989). "Thirty-six consecutive under 5 year old domestic swimming pool drownings". Australian Paediatric Journal. 25 (3): 143–6. doi:10.1111/j.1440-1754.1989.tb01438.x.