Basuki Resobowo

Basuki Resobowo adalah seorang seorang pelukis Indonesia yang lahir pada tahun 1916 di Palembang, Sumatra Selatan dan wafat pada tanggal 5 Januari 1999 di Amsterdam Belanda.[1][2] Ia lahir sebagai anak kedua dari tiga bersaudara.[1] Ayahnya, Prawiroatmojo, seorang asal Purworejo Jawa Tengah, hidup sebagai mantri ukur di kawasan transmigrasi dan perkebunan di Palembang dan Lampung. Sejak masa kanak-kanak Basuki Resobowo telah senang menggambar.[1] Ia kemudian hijrah ke Jakarta (Betawi) bersama pamannya, seorang polisi pada masa kolonial.[1] Di sana, Ia menempuh pendidian di ELS (Europesche Largere School).[1] Setelah menamatkan studinya di ELS, ia kemudian tinggal bersama pamannya yang lain, seorang nasionalis terdidik mantan anggota Budi Utomo dan anggota Serikat Theosofi. Pada tahun 1930 saat belajar di MULO(Meer Uitgebreid Lager Onderwijs), ia mengiikut Kepanduan Bangsa Indonesia dan menjadi anggota perkumpulan Indonesia Muda, di samping menjadi anggota pandu National Islamitisch Padvinerij.[1] Tercatat dari tahun 1987 sampai akhir tahun 1989, sudah berjilid-jilid buku ditulisnya dan diterbitkannya sendiri. Judul bukunya tersebut antara lain Becermin Di Muka Kaca, Riwayat Hidupku, Karmiatun (jilid 1 Januari 1988, jilid ke-6 Januari 1989) dan cerita bergambar Cut Nyak Din(jilid ke-1 dan ke-2).[1] Selain itu ia juga menerbitkan tulisan-tulisan berbentuk jurnal dan serentetan karikatur. Ia juga ikut menyumbangkan esai tentang seni rupa kepada beberapa majalah dan kemudian dicetak dan dibukukan dalam buku berjudul Seniman, Seni, dan Masyarakat (1994).[1][2]

Gambar sekolah MULO, Basuki Resobowo pernah bersekolah di salah satu sekolah MULO di Indonesia

RujukanSunting

  1. ^ a b c d e f g h (Indonesia)"Basuki Resobowo". Taman Ismail Marzuki. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-09-06. Diakses tanggal 20 juni 2014. 
  2. ^ a b (Indonesia)"Basuki Resobowo". Portal Resmi Provinsi DKI Jakarta. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-09-06. Diakses tanggal 20 juni 2014.