Buka menu utama

Badan Wakaf Indonesia atau disingkat BWI adalah lembaga independen untuk mengembangkan perwakafan di Indonesia yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang wakaf.[1] Berkedudukan di ibu kota Indonesia, Jakarta dan mempunyai cabang di provinsi dan kabupaten/ kota. Dengan jumlah pengurus paling sedikit 20 orang dan paling banyak 30 orang dan di pusat diangkat oleh presiden, sedangkan keanggotaan BWI di daerah diangkat oleh BWI.

Badan Wakaf Indonesia
Gambaran Umum
SingkatanBWI
Dasar hukum pendirian
  1. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang wakaf
  2. Keputusan Presiden Nomor 74/M Tahun 2017
Kementerian atau lembaga terkaitKementerian Agama RI
Struktur
KetuaProf. Dr. Muhammad Nuh, DEA
Kantor pusat
Gedung Bayt Al Quran Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jl. Raya TMII Pintu 1 - Jakarta Timur 13560

Daftar isi

Sejarah BWISunting

Lembaga Badan Wakaf Indonesia dibentuk tidak terlepas dari aspirasi masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim yang sudah mengamalkan ajaran Islam yaitu wakaf dan menjadi adat di kalangan muslim seperti mewakafkan tanah untuk masjid dan fasilitas sosial lain. Merunut sejarah tentang praktik wakaf sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad  , yang menurut sejarah wakaf pertama adalah tanah Masjid Quba lalu Masjid Nabawi.

Struktur BWISunting

Kepengurusan Badan Wakaf Indonesia terdiri atas, Badan Pertimbangan (sebagai pengawas) dan Badan Pelaksana.

Badan Pelaksana BWISunting

Kepengurusan Badan Pelaksana BWI periode 2017-2020 diketuai oleh Prof. Dr. Muhammad Nuh menggantikan Dr. Slamet Riyanto, M.Si., dengan 27 anggota.[2] [3]

ReferensiSunting

  1. ^ https://bwi.or.id/index.php?option=com_content&view=category&id=49%3Aprofil-bwi&layout=blog&Itemid=136&lang=in/ diakses 14 Mei 2019
  2. ^ https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/wakaf/17/11/29/p06ky6415-ini-namanama-anggota-badan-wakaf-indonesia-yang-baru/ diakses 14 Mei 2019
  3. ^ Keputusan Presiden Nomor 74/M Tahun 2017 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dalam Keanggotaan Badan Wakaf Indonesia

PranalaSunting