Buka menu utama

Aslim Tadjuddin (lahir di Payakumbuh, Sumatra Barat, 30 Desember 1949; umur 69 tahun) adalah seorang ekonom dan mantan deputi gubernur Bank Indonesia. Saat ini ia menjabat sebagai komisaris utama PT Emco Asset Management.[1]

Aslim Tadjuddin
Aslim Tadjuddin.jpg
Lahir30 Desember 1949 (umur 69)
Bendera Indonesia Payakumbuh, Sumatra Barat, Indonesia
KebangsaanIndonesia
PekerjaanEkonom

KehidupanSunting

Aslim merupakan putra Minangkabau dari nagari VII Koto Talago, Lima Puluh Kota, Sumatra Barat.[2] Ia memperoleh gelar sarjana dari Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, Padang. Kemudian ia memperoleh gelar Master of Arts dalam bidang Ekonomi Internasional dari University of Colorado, Boulder, Colorado, Amerika Serikat. Gelar PhD dalam bidang Ekonomi Moneter dan Internasional ia peroleh dari universitas yang sama, dengan disertasi berjudul: Foreign Capital and the Impact of Exchange Rate Adjustments in Oil Exporting Developing Countries: With an Application to Indonesia.

Ia memulai karier di Bank Indonesia pada tahun 1977 sebagai staf Bagian Neraca Pembayaran Urusan Ekonomi Statistik. Tahun 1998 ia dipercaya sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia di New York City, Amerika Serikat. Pada tahun 2002 ia mulai menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Pada tahun 2008 ia terkena kasus aliran dana Bank Indonesia terkait pencairan dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia sebesar Rp 100 miliar.[3] Ia dijadikan tersangka bersama Burhanuddin Abdullah, Aulia Pohan, Maman H Somantri, dan Bun Bunan Hutapea. Setelah menjalani dua pertiga masa hukuman dan remisi, pada tanggal 18 Agustus 2010 Aslim bebas dari hukuman.[4]

ReferensiSunting

Pranala luarSunting