Buka menu utama

Arta (Dewanagari: अर्थ,IASTArtha, अर्थ) adalah salah satu dari empat tujuan hidup manusia menurut filsafat Hindu.[1] Kata artha secara harfiah dapat diterjemahkan sebagai "makna, arti, tujuan, maksud, atau pokok" tergantung pada konteksnya.[2] Arta juga merupakan konsep yang luas dalam susastra Hindu. Sebagai suatu konsep, ia memiliki sejumlah pengertian, yang semuanya bermakna "arti kehidupan", yaitu kegiatan dan kepemilikan yang membuat seseorang mampu meraih keadaan yang diinginkan olehnya.[3]

Arta dapat bermakna bagi individu atau pemerintah. Dalam konteks perorangan, arta meliputi kekayaan, karier, mata pencarian, pengelolaan keuangan, dan kemakmuran. Cara mencari arta yang benar diyakini sebagai tujuan hidup manusia menurut ajaran Hindu.[1][4] Dalam konteks pemerintah, arta meliputi urusan sosial, hukum, ekonomi, dan duniawi lainnya. Penerapan Arthashastra yang benar dianggap sebagai misi penting bagi suatu pemerintahan.[4][5]

Dalam tradisi Hindu, Arta berkaitan dengan tiga aspek lainnya dalam tujuan hidup manusia: Darma (penghidupan yang baik, layak, dan bermoral), Kama (pemenuhan hiburan, sensualitas, dan kebutuhan emosional), dan Moksa (kebebasan, kemerdekaan, dan aktualisasi diri). Semuanya tergabung menjadi empat tujuan hidup yang disebut Caturpurusarta.[6][7]

ReferensiSunting

  1. ^ a b James Lochtefeld (2002), The Illustrated Encyclopedia of Hinduism, Rosen Publishing, New York, ISBN 0-8239-2287-1, pp 55–56
  2. ^ See:
  3. ^ John Koller, Puruṣārtha as Human Aims, Philosophy East and West, Vol. 18, No. 4 (Oct., 1968), pp. 315–319
  4. ^ a b Bruce Sullivan (1997), Historical Dictionary of Hinduism, ISBN 978-0-8108-3327-2, pp 29–30
  5. ^ Constance Jones and James Ryan (2007), Encyclopedia of Hinduism, ISBN 978-0-8160-5458-9, pp 45
  6. ^ "Artha" in Encyclopædia Britannica, Chicago, 15th edn., 1992, Vol. 1, p. 601.
  7. ^ see:
    • A. Sharma (1982), The Puruṣārthas: a study in Hindu axiology, Michigan State University, ISBN 978-99936-24-31-8, pp 9–12; See review by Frank Whaling in Numen, Vol. 31, 1 (Jul., 1984), pp. 140–142;
    • A. Sharma (1999), The Puruṣārthas: An Axiological Exploration of Hinduism, The Journal of Religious Ethics, Vol. 27, No. 2 (Summer, 1999), pp. 223–256;
    • Chris Bartley (2001), Encyclopedia of Asian Philosophy, Editor: Oliver Learman, ISBN 0-415-17281-0, Routledge, Article on Purushartha, pp 443