Buka menu utama
Ariel Heryanto di Monash University

Ariel Heryanto (lahir di Malang, Jawa Timur, 1954; umur 65 tahun) adalah sosiolog berkebangsaan Indonesia. Ariel Heryanto pernah tercatat sebagai salah satu guru besar di School of Culture, History and Language, The Australian National University, Australia. Sebelumnya ia menjabat sebagai Ketua Southeast Asian Studies Centre di universitas yang sama; Dosen Senior dan Ketua Program Indonesia di The University of Melbourne; Dosen Senior di National University of Singapore; dan dosen Program Pascasarjana di Universitas Kristen Satya Wacana. Saat ini, Ariel menjabat sebagai Herb Feith Professor untuk Studi Indonesia di Universitas Monash Australia sejak awal 2017.[1]

Di ranah kesusastraan Indonesia, Ariel tercatat pernah memelopori gerakan Sastra kontekstual di Surakarta, tahun 1984, bersama Halim HD, Murtidjono, Arief Budiman, dan lain-lain.[2][3][4][5][6][7][8]

Proyek penelitianSunting

  • Group of Eight Australia – Germany Joint Research Co-operation Scheme (DAAD), "Social Identities in Contemporary Indonesia; a new framework of studying Asia" (2014-2015)
  • ARC DP130102960 "Indonesia's Postcolonialism: Absent, Misrecognised or Suppressed?" (2013-2015)
  • ARC DP130102990 "Mobile Indonesians: social differentiation and digital literacies in the 21st century", with Dr Emma Baulch and A/Prof Jeremy Watkins (2013-2015)
  • ARC DP0984905 "Pop Cultures in Indonesia: a New Asian Politics of Pleasure and Identity" (2009-2012)
  • ARC DP0984681, "Middle Classes, New Media and Indie Networks in Post Authoritarian Indonesia", with APD Dr Emma Baulch (2009-2012)

BukuSunting

  • Identitas dan Kenikmatan: Politik Budaya Layar Indonesia (2015)
  • Perlawanan dalam Kepatuhan: Esai Esai Budaya (2000)

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting