Arca Domas, Sasaka Pusaka Buana, atau Mandala Parahiyang adalah tempat yang dipercaya oleh Urang Kanekes sebagai tempat penciptaan Bumi. Dewa utama dalam kepercayaan orang Kanekes, Batara Tunggal, diyakini merupakan nenek moyang mereka yang turun ke Bumi di Arca Domas. Arca Domas tidak sama dengan Sasaka Domas yang merupakan tempat berkumpulnya roh-roh orang mati yang kemudian bersatu dengan Batara Tunggal.[1]

Sejumlah peneliti Eropa (seperti Blume, Koolhoven, dan Koorders) mengklaim bahwa mereka pernah mengunjungi Arca Domas. Konon tempat ini terletak di sebuah bukit berteras di hulu Sungai Ciujung. Namun, keterangan mengenai Arca Domas yang dituliskan oleh para peneliti ini berbeda-beda. Selain itu, mengingat Arca Domas dianggap keramat dan tidak boleh dikunjungi sembarang orang, antropolog Robert Wessing dan Bart Barendregt berpendapat bahwa klaim yang meragukan keabsahan dari keterangan peneliti-peneliti Eropa ini perlu dipertimbangkan secara serius.

ReferensiSunting

  1. ^ Wessing, Robert; Barendregt, Bart (2005-12-01). "Tending the Spirit's Shrine: Kanekes and Pajajaran in West Java". Moussons (8): 3–26. doi:10.4000/moussons.2199. ISSN 1620-3224.