Antimon pentoksida

senyawa kimia

Antimon pentoksida adalah senyawa kimia dengan rumus Sb2O5. Antimon di dalam senyawa ini memiliki bilangan oksidasi +5. Senyawa ini biasanya muncul dalam bentuk hidratnya, yaitu Sb2O5·nH2O.

Antimon pentoksida
Antimony-pentoxide-xtal-1979-3D-balls.png
Nama
Nama IUPAC
(dioxo-λ5-stibanyl)oxy-dioxo-λ5-stibane
Nama lain
antimon(V) oksida
Penanda
Model 3D (JSmol)
ChemSpider
Sifat
Sb2O5
Massa molar 323.517 g/mol
Penampilan Padat, seperti bubuk, kuning
Densitas 3.78 g/cm3, padat
Titik lebur 380 °C (716 °F; 653 K) (berdekomposisi)
0.3 g/100 mL
Kelarutan Tidak dapat larut dalam asam nitrat
Struktur
kubik
Termokimia
Kapasitas kalor (C) 117.69 J/mol K
Entalpi pembentukan standarfHo) -1008.18 kJ/mol
Bahaya
not listed
Batas imbas kesehatan AS (NIOSH):
PEL (yang diperbolehkan)
TWA 0.5 mg/m3 (sebagai Sb)[1]
REL (yang direkomendasikan)
TWA 0.5 mg/m3 (sebagai Sb)[1]
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada temperatur dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
N verifikasi (apa ini YaYN ?)
Sangkalan dan referensi

StrukturSunting

Antimon pentoksida memiliki struktur yang sama dengan niobium pentoksida versi B.

 
 
 

PreparasiSunting

Hidrat antimon pentoksida dapat disiapkan lewat menghidrolisis antimon pentaklorida, atau mengasamkan kalium heksahidroksoantimonat(V). Antimon pentoksida juga dapat disiapkan dengan mengoksidasi antimon trioksida dengan asam nitrat.[2]

Properti dan reaksiSunting

Hidrat antimon pentoksida tidak dapat larut di dalam asam nitrat, tetapi larut di dalam larutan kalium hidroksida yang terkonsentrasi dan menghasilkan heksahidroksoantimonat(V), KSb(OH)6.[3]

Saat dipanaskan hingga suhu 700 °C, hidrat pentoksida yang berwarna kuning berubah menjadi anhidrat padat berwarna putih dengan rumus Sb6O13 yang mengandung Sb(III) dan Sb(V). Jika dipanaskan hingga suhu 900 °C, yang diperoleh adalah bubuk Sb2O4 yang tidak dapat larut dan ada dalam bentuk α dan β.

Antimon pentoksida dapat direduksi menjadi logam antimon dengan memanaskannya dengan hidrogen atau kalium sianida.[4]

ReferensiSunting

  1. ^ a b "NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards #0036". National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH). 
  2. ^ Pradyot Patnaik. Handbook of Inorganic Chemicals. McGraw-Hill, 2002, ISBN 0-07-049439-8
  3. ^ Pradyot Patnaik (2002). Handbook of Inorganic Chemicals. McGraw-Hill. hlm. 54. ISBN 0-07-049439-8. 
  4. ^ "Antimony" in Handbook of Preparative Inorganic Chemistry, 2nd Ed. Edited by G. Brauer, Academic Press, 1963, NY. Vol. 1. hlm. 606.